Ini Fadhilah Dahsyat Alquran yang Mungkin Belum Anda Ketahui
Belajarlah kamu Alquran, maka kelak ia di hari kiamat akan datang pada ahlinya, ketika sangat berhajat kepadanya, lalu ia datang
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
ABU Umamah ra berkata, Nabi SAW menganjurkan supaya kami mempelajari Alquran, kemudian menjelaskan fadhilah keutamaan kitab suci ini dengan sabdanya:
“Belajarlah kamu Alquran, maka kelak ia di hari kiamat akan datang pada ahlinya, ketika sangat berhajat kepadanya, lalu ia datang dalam bentuk yang seindah-indahnya. Lalu bertanya, kenalkah kau kepadaku? Dijawab, siapakah engkau? Jawabnya: Akulah yang kamu cinta dan kamu sanjung, bahkan kamu telah bangun malam untukku, dan biasa membacaku pada siang hari. Lalu ia berkata: Kemungkinan kau Alquran, kemudian menuntun orangnya menghadap kepada Allah SWT, lalu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kiri, serta dipasang mahkota di atas kepalanya, dan kedua ayah bundanya yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berliat ganda, sehingga keduanya bertanya: Dari manakah kami mendapatkan ini, padahal amal kami tidak sampai ke sini? Lalu dijawab: Ini kamu dapat karena anakmu telah mempelajari Alquran maka kamu berdua diberi ini.”
Rasulullah SAW bersabda:
“Pelajarilah kedua pelita yang terang itu yaitu Alquran dan Al-Imran. Maka keduanya akan datang kepada ahlinya di hari kiamat berupa awan atau naungan atau rombongan burung yang menaungi dengan sayapnya, dan akan membela terhadap ahlinya yang selalu mempelajari dan mengamalkannya.”
Nabi SAW bersabda:
“Pelajarilah surah Al-Baqarah, sebab menggunakannya pasti barakah, dan meninggalkannya berarti menyesal (kerugian), dan tidak akan dapat menerimanya ahli-ahli sihir serta orang-orang yang tidak jujur.”
Qatadah dari Anas bin Malik dari Abu Musa Al-Asy’ari ra berkata, Nabi SAW bersabda:
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran bagaikan jeruk manis baunya sedap dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran bagaikan kurma (tamar) rasa enak tapi tidak ada bau. Dan perumpamaan orang fajir yang membaca Alquran bagaikan bunga berbau sedap tapi rasanya pahit, dan perumpamaan fajir yang tidak membaca Alquran bagaikan handhalah rasanya pahit dan tidak berbau.”
Thalq bin Habib berkata, Nabi SAW bersabda:
“Siapa yang mempelajari Aquran kemudian melalaikannya tanpa udzur, akan diturunkan untuk tiap ayat satu derajat dan tiba pada hari kiamat berpenyakit kusta dan tiada pembela baginya. “
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud berkata:
“Quran itu dapat memberi syafaat (pembelaannya) dan akan diterima syafaatnya. Juga menjadi penuntut yang sangat dipercaya, maka siapa yng menjadikan Alquran sebagai pimpinannya pasti dituntun ke surga, dan siapa yang meletakkan Alquran di samping belakangnya maka pasti ditarik (diseret) ke dalam neraka.”
Al-A’masy dari Ab Shalih dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi SAW telah bersabda:
“Siapa yang melapangkan kesempitan saudaranya sesama muslim, kesempitan dunia, maka Allah akan melapangkan baginya kesempitan akherat. Dan siapa yang meringankan bagi seorang yang dalam ke sukaran, maka Allah akan meringankan padanya dunia akherat. Allah tetap akan membantu seorang hamba selama ia membantu saudaranya sesama muslim. Dan siapa yang berjalan melalui jalan untuk menuntut ilmu agama maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidak berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya melainkan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat, dan diingati oleh Allah di depan para malaikat-Nya.”
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hanifah berkata:
“Siapa yang mengkhatamkan Alquran setahun dua kali, maka berarti telah menunaikan kewajibannya. Sebab, Nabi SAW membacakan Alquran kepada Malaikat Jibril tiap tahun satu kali, dan pada tahun yang kemudian ia meninggal dunia, dikhatamkan dua kali."
(Sumber : Tanbihul Ghafilin 2 by Abullaits Assamarqandi)