Senator Hendri:Sukses Pemilukada Serentak Sumsel Atensi Utama DPD RI

Sebab ini, menjadi pilot project pertama Indonesia dan Sumsel sebagai contoh untuk kesuksesan Pilkada serentak di Indonesia,"

Senator Hendri:Sukses Pemilukada Serentak Sumsel Atensi Utama DPD RI
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Senator DPD RI Sumsel Hendri Zainudin saat memberikan pemaparan dalam rapat bersama pemangku kepentingan Pemilukada Serentak Sumsel di Bina Praja Pemprov Sumsel, Senin (23/11/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pilkada serentak akan berlangsung bulan 9 Desember 2015 mendatang, KPU RI dan pemangku kepentingan berupaya terus melakukan perubahan demi perubahan kearah yang lebih baik lagi. Bersama DPD RI yang kini konsen menyukseskan pemilukada di 7 kabuaten di Sumsel, kemudian Polda Sumsel, Kodam II Sriwijaya, Pemprov Sumsel, Kajari dan Kajati, serta Bawaslu bekerja keras untuk menekan perselisihan dan bentrok yang sudah lazim terjadi di antara pendukung para calon.

Seperti diketahui ada tujuh kabupaten tersebut adalah Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Musirawas, serta dua daerah otonomi baru (DOB) yakni Musirawas Utara dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Menyikapi ini, DPD RI yang dipimpin Fahrurozi Wakil Komite I RI bersama jajaran menunjuk Senator DPD RI asal Sumsel, Hendri Zainuddin sebagai Ketua Tim Pemantau Pilkada Sumsel, dan mulai bertugas bersama tiga senator DPD asal Sumsel. Sebagai orang asli Sumsel Hendri dianggap tahu dan memahami secara langsung karakter di Sumsel, termasuk penyelesaikan dan mengatasinya jika ada konflik.

"Saya siap menjalankan tugas, dan ini menjadi atensi kami dari DPD untuk menyukseskan Pemilukada serentak di 7 kabupaten di Sumsel. Sebab ini, menjadi pilot project pertama Indonesia dan Sumsel sebagai contoh untuk kesuksesan Pilkada serentak di Indonesia," ujar Hendri Zainudin usai rapat koordinasi DPD RI bersama pemangku kepentingan Pemilukada di Sumsel, Senin (23/11/2015).

Dalam rapat yang dipimpin Fahrurozi, Asisten IV Pemprov Sumsel Joko Imam Santoso, Hendri menyatakan siap mengembangkan tugas menjembatani antara masyarakat yang berpartisipasi dalam Pemilukada dengan pemangku kepentingan menyerap aspirasi agar, tercipta kondisi yang kundusif. Terutama dalam hal persoalan teknis.

"Selain itu, saya juga menyarankan untuk disampaikan kepada  pak Gubernur agar menggelar doa bersama bermunajat kepada Allah agar Pilkada serentak ini berjalan sukses. Disamping kita telah berusaha, kita juga harus bermunajat kepada Allah. Kami dari DPD RI akan berusaha membantu pelaksanaan yang menyangkut teknis di lapangan dengan para pemangku kepentingan. Karena ada beberapa daerah yang rawan konflik terutama setelah Pilkada dan itu memang menjadi atensi kita semua," ujar Hendri.

Pemilukada di Sumsel memang akan berjalan secara serentak. Pengalaman pun sudah dilakukan secara berlapis. Hal ini disampaikan oleh pihak Polda Sumsel. Kabiro Operasional Podal Sumsel Kombes Pol Iskandar MZ menyatakan, ada beberapa titik rawan yang sudah diantisipasi, baik lewat pencegahan maupu penanggulangannya."Kami mengerahkan 4562 personel yang dikoordinasikan dengan 7 Polres di Sumsel untuk pengamanan Pemilukada. Pengamanan ada empat bagian, seperti ancaman saat pengumuman Pasangan Calon, kemudian persoalan bagi penyelenggara, penyaluran atau distribusi logistik, dan penetapan soal DPT," Kombes Pol Iskandar.

Perwira menenagah Polda Sumsel ini menilai,  riak-riak konflik itu yang harus pantau ada saat akhir masa kampanye, karena semua pasangan calon pasti mengincar hari-hari terakhir serta perlunya pengawasan serius pada saat masa tenang."Kami memperketa pengamanan saat penghitungan suara, dan terutama setelah penghitungan suara dan penetapan," ujar Iskandar.

Ditambahkan Fahrurozi, Pemilukada di Sumsel adalah yang pertama dan sekaligus menjadi contoh bagi Indonesia. Sukses Sumsel maka sukses pula daerah lainnya. "Tahap 1 di Sumsel Desember ini, kemudian ada tahap II pada Februari nanti dan seterusnya. DPD RI memiliki kepentingan dan konsentrasi di daerah karena itu menjadi kewenangan DPD, apalagi Sumsel yang pertama dan menjadi contoh," ujarnya.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved