Gara-gara Tali Layangan Anak Suherman Dipukuli

Tak lama kemudian datang terlapor dan membantah kalau telah memukul anaknya, serta mengatakan kalau IF yang sudah mencuri tali layangan anaknya

Gara-gara Tali Layangan Anak Suherman Dipukuli
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tak terima anaknya dianiaya, Suherman (48) warga Blok 20, Rumah Susun (Rusun) Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang melaporkan ayah teman sepermainan anaknya ke Polresta Palembang, Minggu (22/11/2015) sekitar pukul 14.00.

Dalam laporannya yang diterima dengan No LP/B-2631/XI/2015/Sumsel/ Resta disebutkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Lapangan Rusun Blok VI, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Kejadian tersebut bermula ketika Suherman sedang bersantai di rumah anak sulungnya di Blok 18, Rumah Susun.

Kemudian datang korban IF (11) dengan kondisi menangis dan menceritakan kalau telah dipukul.

"Dia (korban-red) datang sambil menangis, katanya sudah dipukuli ayahnya Def. Setelah dituduh mengambil tali layangan anaknya," ungkap Suherman, kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, kemarin.

Tak lama kemudian datang terlapor dan membantah kalau telah memukul anaknya, serta mengatakan kalau IF yang sudah mencuri tali layangan anaknya.

"Waktu dia datang saya sempat emosi dan hampir ribut, tapi dia menghindar. Malah menantang laporkan saja ke polisi,"ungkapnya.

Atas kejadian itu, putranya tersebut harus mengalami luka pada bagian bibir dan sakit kepala.

Sementara, Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto melalui Kepala SPK Terpadu Bripka Novi Arianto membenarkan pengaduan tersebut dan kini masih ditangani petugas.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved