Breaking News

Teroris Serang Hotel di Mali, 3 Tewas, 170 Disandera

”Sekarang hotel ini telah ditutup dan tak ada kemungkinan untuk keluar ataupun masuk.”

Editor: Sudarwan
Mirror
Lokasi dari serangan teror di Bamako, Mali. 

SRIPOKU.COM, MALI - Dua orang pria bersenjata dilaporkan memaksa masuk ke sebuah hotel mewah di Mali dan telah menyandera sekitar 170 orang, seperti dilaporkan media setempat.

Dikutip dari Mirror (20/11/2015), suara ledakan dan tembakan dilaporkan terdengar di hotel bernama Radisson Blu ini, yang berlokasi di Ibukota Bamako pada pagi hari, menurut keterangan dari petugas keamanan.

Media setempat melaporkan bahwa setidaknya tiga orang dilaporkan tewas, termasuk beberapa penduduk asing, setelah teroris bersenjata memasuki gedung ini.

”Mereka sudah menyandera 140 tamu dan 30 karyawan,” ujar salah seorang juru bicara dari Carlson Rezidor Group, yang memiliki hotel tersebut, kepada NBC News.

”Sekarang hotel ini telah ditutup dan tak ada kemungkinan untuk keluar ataupun masuk.”

Seorang sumber dari petugas keamanan mengatakan : ”Ada suara tembakan di pagi hari. Tampaknya itu adalah upaya penyanderaan. Polisi sudah ada disana dan menyegel area tersebut.”

Mereka juga mengatakan kalau suara tembakan sempat terdengar dari lantai tujuh hotel tersebut, seperti dilaporkan AFP.

Hotel Radisson Blu yang memiliki 190 kamar diketahui dekat dengan beberapa kantor pemerintahan dan kantor urusan bisnis.

Beberapa saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa polisi telah mengepung hotel tersebut dan tengah memblokir jalan yang mengarah ke lokasi kejadian.

Kedutaan Besar Amerika Serikat telah men-tweet di akun Twitter pribadinya bahwa pihaknya mengetahui kejadian yang terjadi di hotel ini dan menginstruksikan masyarkat untuk berdiam di dalam rumah.

Daerah utara dari Mali diketahui telah dikuasai oleh beberapa militan, yang beberapa diantaranya berhubungan dengan Al-Qaeda, selama 2012. Namun kejadian penyerangan ini merupakan hal yang pertama kali terjadi di Kota Bamako.

Sebuah organisasi Islam dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas kematian lima orang pada Maret 2015, dalam sebuah penyerangan yang sempat terjadi di sebuah restoran di Bamako, yang dikenal kerap di datangi orang asing. (Sadam, Sumber : Mirror/David Raven & Gemma Mullin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved