Sembahyang Sunnat Seorang dalam Rumah Lebih Afdhal

Nabi SAW bersabda: “Sembahyang sunnat di dalam rumah itu sebagai nur (cahaya/penerangan), karena itu terangilah rumahmu.”

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
Ist
Ilustrasi orang mengumandangkan azan atau Panggilan Salat. 

ZAID bin Khalid Aljuhani ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Sembahyanglah kamu di rumahmu (yakni sembahyang sunnat), dan janganlah kamu jadikan rumah itu sebagai kubur (hanya untuk tempat tidur).”

Samurah bin Jundub dari seorang sahabat Nabi SAW berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda:

“Sembahyang sunnat seorang dalam rumah lebih afdhal dari sembahyang di muka orang-orang, seperti lebih afdhalnya sembahyang jamaah fardhu daripada sembahyang sendirian.”

Nabi SAW bersabda:

“Sembahyang sunnat di dalam rumah itu sebagai nur (cahaya/penerangan), karena itu terangilah rumahmu.”

Abu Hurairah ra berkata, Nabi SAW bersabda:

“Siapa yang sembahyang sunnat antara maghrib dengan isya’ dua puluh rakaat, maka Allah SWT akan memelihara keluarganya, hartanya, agamanya, dunia dan akheratnya."

"Dan siapa yang sembahyang subuh kemudian duduk di tempat sembahyang hingga terbit matahari, kemudian sembahyang dua rakaat, maka Allah SWT akan menjadikan sembahyangnya itu sebagai dinding dari api neraka pada hari kiamat.”

(Sumber: Tanbihul Ghafilin 2 oleh Abullaits Assamarqandi)

Dapatkan Berita-berita Terkini (Up To Date) dan Menarik Lainnya dengan Langsung Klik sripoku.com

Berikan dukungan Anda kepada Kami dengan LIKE/SUKAI Fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini

Posted by Sriwijaya Post on 17 Oktober 2015
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved