BEI Galakkan Program Nabung Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menggalakkan tabungan saham untuk investor ritel. Hal ini dilakukam untuk meningkatkan investor di pasar modal.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Plh Kepala Kantor BEI Perwakilan Palembang, Early Saputra sedang main saham di kantor BEI Angkatan 45. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menggalakkan tabungan saham untuk investor ritel. Hal ini dilakukam untuk meningkatkan investor di pasar modal.

Cukup dengan membuka rekening Rp 100 ribu, calon investor bisa membeli saham yang diinginkan setelah jumlah tabungan mencukupi.

Dalam program ini, investor bebas menentukan saham yang akan dipilih atau tidak bergantung dengan pialang. Mekanisme tabungan saham ini nantinya dipotong dari rekening bank peserta setiap bulannya, sehingga calon investor tak perlu membuka rekening khusus untuk transaksi saham.

Plh Kepala Kantor BEI Perwakilan Palembang, Early Saputra, Selasa (17/11) mengatakan, rekening nasabah tabungan saham ini nantinya akan terpotong secara autodebet dengan besaran disesuaikan dengan kemampuan.

“Mekanismenya nanti buka akun, lalu setiap bulan dipotong untuk dibelikan saham atau reksa dana yang dipilih oleh nasabah. Kalau mau jual kami rekomendasikan tunggu setelah satu tahun,” ujarnya.

Saat ini, kata Early, sudah ada 16 perusahaan sekuritas (broker) dimana dua diantaranya sudah ready, yaitu PT Mega Capital Indonesia dan PT BCA Sekuritas. Selain itu, ada juga 24 perusahaan reksadana yang berpartisipasi dalam program ini.

Menurutnya, nasabah pun bebas memilih saham emiten mana saja yang bisa dibeli setiap satu bulan tersebut.

Skemanya hampir sama dengan pembelian saham lewat broker pada umumnya. Yang berbeda, tabungan saham membuat investor bisa menyicil pembelian saham atau reksadana.

“Beli reksadana atau saham X, kamu tinggal bilang ke broker tolong belikan saham X dengan harga yang bagus. Pembayaran dilakukan secara autodebet. Nanti dalam setahun sudah punya saham emiten-emiten ini dalam jumlah sekian," ujarnya.

Dalam program ini, pihaknya lebih menyarankan kepada investor untuk tidak langsung menjual saham yang telah dimiliki atau dalam kata lain menjadi speculator. Sebab, tujuan program ini adalah investor lebih disarankan berinvestasi dalam jangka panjang dengan menanamkan sahan ke sejumlah perusahan yang baik.

“Dengan program ini kami secara nasional menargetkan dapat menambah sekitar 300 ribu investor baru,” ujarnya.

Persyaratan investor pun tak sulit. Early mengungkapkan, calon investor hanya perlu rekening bank yang didaftarkan ke broker dan sudah berumur 18 tahun ke atas. “ Yang penting sudah punya KTP. Prinsipnya, saham dalam jangka panjang,” tukas dia.

Lebih jauh dikatakan Early, berdasarkan survey yang telah dilakukan BEI. Palembang termasuk dari sembilan kota yang berpotensial dan memiliki prospek bagus dalam program tabungan saham ini.

“ Sepanjang tahun ini, di Sumsel mengalami perumbuhan 800 investor atau 9 persen dengan total mencapai 6.789 investor. Sementara untuk tahun 2016 mendatang, kami menargetkan dapat menambah hingga 8 ribu investor baru,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved