Pedayung Sumsel Optimis Lolos PON
Atlet kita masih junior dan sebisa mungkin kita bisa memperoleh tiket PON agar mampu turun di PON Jabar 2016 nanti
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Pra kualifikasi PON kano, di Danau Jakabaring Sport City (JSC) sampai saat ini belum meraih satu medali pun.
Menurunkan sejumlah atlet junior, Pengurus Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumsel cuma bisa berjuang meraih tiket PON.
Meskipun berapa kuota bagi Sumsel untuk bermain dalam multievent empat tahunan itu belum diketahui secara pasti.
“Atlet kita masih junior dan sebisa mungkin kita bisa memperoleh tiket PON agar mampu turun di PON Jabar 2016 nanti," ujar Sekretaris Umum (Sekum) Podsi Sumsel, Eva Ruliyaningtias, Senin (16/11/2015).
Kini kesempatan Sumsel untuk turun di PON tergantung dengan kuota dari PB Podsi.
Namun, Eva optimis para pedayung Sumsel mampu lolos PON walau bertaruh dengan berapa besar kuota.
“Kuota PON kita belum tahu. Tapi yang jelas target kita adalah ingin lolos PON dulu. Dan kompetisi belum usai hingga 18 November nanti baru akan diketahui siapa yang berhak dapat tiket PON,” harapnya.
Sumsel cuma sedikit menaruh harapan di pundak Hendrik Gunawan, ia yang tampil cukup memukau dengan finish di urutan ketiga mencatatkan waktu 42.576.
Pada putaran hari ketiga Pra-pon dayung 2015 dinomor Kayak tunggal 500 meter putri (K1-500 m Putri), Kayak dua 500 meter putri (K2-500 m Putri) dan Kayak empat 500 meter putri (K4-500 m Putri), wakil Sumsel harus ‘legowo’ dengan tak mampu merebut medali.
Alhasil di K1-500 m Putri emas berhasil direbut oleh Papua, Perak Riau dan Perunggu oleh Banten.
Dan di K2-500 m Putri, emas berhasil diraih wakil Papua, perak Jawa Barat dan Perunggu oleh DKI Jakarta.
Sedangkan K1-500 m Putri, emas berhasil diboyong oleh delegasi asal Papua perak oleh Jawa Barat dan perungu oleh DKI Jakarta.