Giliran Ijazah Mantan Bupati OI Disoal, Kuasa Hukum Mawardi: 'Itu Fitnah, Pelapor Malah Adalah DPO'

....Kenapa ini muncul jelang Pilkada? Masyarakat bisa menilainya,"

Giliran Ijazah Mantan Bupati OI Disoal, Kuasa Hukum Mawardi: 'Itu Fitnah, Pelapor Malah Adalah DPO'
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Drs H Syamsul Rizal CHt menunjukkan berkas-berkas untuk membuktikan H Mawardi Yahya dalam memperoleh ijazahnya tidak prosedur. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Setelah diterpa dengan isu miring soal kasus tanah, hutang Pemkab, giliran ijazah mantan Bupati Ogan Ilir H Mawardi Yahya kembali disoal.

"Diduga adanya seseorang yang merobah status dokumen seseorang diganti dengan orang lain. Dengan perekayasaan ini terbitlah ijazah dipakai H Mawardi Yahya untuk menjadi Bupati Ogan Ilir dua periode. Mawardi telah melakukan kebohongan publik terhadap seluruh warga Ogan Ilir. Oleh karena itu pelaku pemalsuan dokumen (SHA) dan pengguna ijazah (Ir H Mawardi Yahya) harus dihukum seberat-beratnya berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia," tegas pelapor, Drs H Syamsul Rizal CHt, Minggu (15/11/2015).

Menurut pria yang beralamat di Jl Raya Burai No 51 RT 8/04 Tanjungbatu Kabupaten Ogan Ilir ini, dirinya telah melaporkan SHA dengan surat tanda penerima laporan Nomor: STPL/389-K/VIII/2010 Siaga Ops Polda Sumsel pada tanggal 13 Agustus 2010 atas tuduhan pemalsuan dokumen (pasal 266 KUHP).

"Laporan saya ini di-SPK-kan. Saya akan mengadukan Kepsek STM Pertambangan (SHA). Dulu namanya Stambuk (buku induk siswa). Mestinya namanya berurutan. Ini aneh setelah angka 1 ke nomor 21. Sehingga dengan pemalsuan ini terbitlah ijazah. 10 tahun lebih terjadi kebohongan publik gara-gara dokumen palsu ini. 2010 pernah melapor ke Polda. Kukonfirmasi ke Polda apakah masih bisa diangkat. Katanya bisa karena belum sampai 15 tahun," beber Syamsul.

Pensiunan PT Pusri Palembang 2004 ini menyatakan dirinya kembali mengangkat kasus Mawardi ini tidak ada kaitannya dengan putran AW Noviandi yang kini ikut Pilkada OI.

"Ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Secara berkaitan memang dia ketar-ketir. Aku ngurus kepala sekolahnyo. Dari dulu aku free. Aku dak senang dari dulu OI dipimpin kepala daerah pembohong. Kito tahu sekolah itu susah," ujar Syamsul.

Sementara Kuasa Hukum mantan Bupati OI H Mawardi Yahya yang sekaligus pengacara tim Paslon Bupati Ogan Ilir Ofi-Ilyas, Febuar Rahman SH menyatakan apa yang disampaikan ini berita tidak benar karena tidak terbukti di persidangan.

"Apa yang disampaikan ini di pengadilan sudah putusan MA incrach, dia telah memfitnah Pak Mawardi. Justru saudara Syamsul Rizal ini DPO (Daftar Pencarian Orang) dari kejaksaan," kata Febuar.

Ketua DPW Partai Perindo Sumsel ini menilai, dengan kembali Syamsul Rizal mencuatkan H Mawardi dengan menyebut menggunakan ijazah palsu ada upaya untuk menjatuhkan putra Mawardi yang bakal bertarung pada Pilkada OI 9 Desember 2015 mendatang.

"Kita melihat Paslon nomor 1 pada saat ini kelihatan panik. Dengan segala cara untuk menjatuhkan Paslon nomor 2. Dengan cara menjatuhkan nama baik Pak Mawardi. Kenapa ini muncul jelang Pilkada? Masyarakat bisa menilainya," ujar Febuar. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved