Pasutri Nyaris Tewas Saat Mobilnya Dihantam KA Babaranjang di Prabumulih

Pemilik Panti Pijat Rindu Hati dan istrinya itu berhasil selamat setelah menunduk di bagian tengah mobil.

Pasutri Nyaris Tewas Saat Mobilnya Dihantam KA Babaranjang di Prabumulih
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Xenia dikemudikan Very, pemilik panti pijat Rindu Hati ringsek usai ditabrak kereta api Babaranjang Palembang ke arah Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Kecelakaan naas di jalan perlintasan rel tanpa palang pintu kembali terjadi di Prabumulih. Kali ini sebuah mobil Xenia warna silver berplat nomor BG 1706 MI dikemudikan Very (40), warga Jalan Jenderal Sudirman Desa Sindur Kecamatan Cambai kota Prabumulih, ditabrak kereta api Babaranjang tanpa muatan dari arah Palembang tujuan Prabumulih.

Akibat tabrakan itu, Xenia mengalami rusak parah di seluruh bagian, sementara Very yang saat itu bersama istrinya Ani binti Jauhari berhasil selamat setelah mobil dihantam dan terseret sejauh lima meter.

Pemilik Panti Pijat Rindu Hati dan istrinya itu berhasil selamat setelah menunduk di bagian tengah mobil.

Peristiwa yang menghebohkan itu sendiri terjadi di Jalan Desa Pangkul Jawa Kecamatan Cambai kota Prabumulih, Rabu (11/11/2015) sekitar pukul 15.00.

Informasi berhasil dihimpun, peristiwa yang nyaris menelan korban jiwa itu sendiri bermula ketika Very yang hendak membeli mobil Daihatsu Terios, namun karena unit kendaraan belum ada lalu korban dipinjamkan sales mobil Xenia.

Selanjutnya siang itu Very ditemani istrinya Ani berkunjung ke rumah kerabatnya di Desa Pangkul Jawa Kecamatan Cambai dengan menggunakan mobil Xenia yang dipinjam.

Usai mengunjungi kerabatnya, Very kemudian hendak pulang lalu kembali melintasi jalan desa yang dibelah oleh rel kereta api tanpa palang pintu tersebut.

Naasnya, saat mobil hendak menyeberang rel tiba-tiba dari arah Palembang datang kereta api babaranjang tanpa muatan, melihat kereta api Very dan Ani langsung pindah ke bagian tengah mobil.

Saat bersamaan seketika kereta api babaranjang menghantam mobil Xenia dikemudikan Very dan Ani, selanjutnya mobil terseret sekitar lima meter dan mengalami remuk seluruh bagian.

Beruntung, Very dan Ani yang merunduk di bagian tengah mobil berhasil selamat, bahkan tak mengalami luka-luka. Sementara warga yang melihat kejadian langsung berhamburan melakukan pertolongan terhadap dua korban.

"Saat itu kami hendak pulang, saya sudah lihat-lihat tapi tiba-tiba dari arah kiri datang kereta api Babaranjang, lalu saya hentikan mobil dan menunduk ke bagian tengah mobil," ungkap Very ketika diwawancarai dengan wajah masih terlihat syok.

Very mengatakan, akibat kejadian tersebut dirinya menderita kerugian materi hingga Rp 110 juta, lantaran harus mengganti karena mobil merupakan milik sales mobil.

"Saya rencananya mau beli mobil Terios tapi karena belum datang, kemudian sales meminjamkan mobil miliknya," jelasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP melalui Kasatlantas, AKP Ferdinand mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas ke TKP dan memintai keterangan saksi-saksi kejadian.

"Pengemudi serta penumpang berhasil selamat dan hanya mengalami shock, petugas kita sudah ke lapangan melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi," bebernya seraya menghimbau seluruh pengemudi kendaraan khususnya roda empat untuk lebih berhati-hati lagi ketika melintas di pintu perlintasan kereta api. (eds/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved