Pilkada OKU

Debat Cabup, Gedung Kesenian Steril dari Kendaraan Bermotor

Bagi siapapun yang tidak memiliki Id Card dan undangan tidak bisa masuk ke dalam gedung.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Kabag Ops Polres OKU Kompol MP Nasution SH MH 

SRIPOKU.COM, BATURAJA -- Pada saat acara debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu yang dijadualkan Rabu (11/11/2015) ini, Gedung Kesenian Baturaja harus steril dari kendaraan bermotor, kecuali untuk beberapa pejabat tertentu.

Hal itu terungkap pada rapat persiapan Pam Pilkada di Sekretariat KPUD OKU, Selasa (10/11/2015) sore kemarin.

Dari hasil rapat tersebut diputuskan kalau tidak ada kendaraan yang boleh terpakir di Gedung Kesenian Baturaja tempat debat kandidat berlangsung.

Hanya kendaraan unsur FKPD saja yang boleh masuk yakni mobil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Agama. Sedangkan kendaraan lainnya diparkirkan seratus meter dari gedung.

Itu meliputi mulai kendaraan anggota DPRD, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati beserta pendukung. Kemudian, tamu undangan dan pers, mereka akan ditempatkan di beberapa tempat yang telah disediakan.

"Kendaraan pasangan calon dan pendukung juga akan ditempatkan yang berbeda dan berjauhan. Jalurnya juga dibedakan agar tidak saling bertemu saat di jalan," kata Kabag Ops Polres OKU, Kompol MP Nasution.

Tidak hanya itu, bagi siapapun yang tidak memiliki Id Card dan undangan tidak bisa masuk ke dalam gedung. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan debat kandidat berlangsung lancar dan sukses. Tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

"Kami juga akan melakukan pemeriksaan ketat. Pengamanan sudah kami siapkan 400 personil. Ditambah dari Brimob yang sudah datang ke OKU beberapa hari lalu untuk pengamanan Pilkada OKU," terang mantan Kapolsek Baturaja Barat.

Ketua KPUD OKU, Naning Wijaya mengatakan, setiap paslon hanya diperbolehkan membawa 50 pendukungnya. Setiap pendukung dilarang membawa atribut apapun. Kecuali hanya atribut pakaian. Seperti kemeja maupun kaos. Tidak hanya itu, pendukung juga dilarang membawa pengantar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved