Jangan Hanya Ingat Kami di Hari Pahlawan Saja

Amin membeberkan kisah-kisah perjuangannya demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/RAHMALYAH
M Amin Syafei, anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumsel dan Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dengan menggunakan baju kebanggannya, yakni seragam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang berwarna keemasan, M Amin Syafei menyambut kedatangan Sripo di kediamannya yang sederhana di Jalan Musi Raya Barat Lr Lakitan I, Nomor 248, Rt 40 Rw 16 Perumnas Sako, Palembang, Selasa (12/11).

Di rumahnya yang bertipe 36, Amin membeberkan kisah-kisah perjuangannya demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski usianya tak lagi muda yakni 68 Tahun, namun jiwa patriotismenya masih terpancar dari cerita-cerita perjuangannya, seperti disaat ia ditugaskan untuk mengamankan wilayah Timor Leste.

Amin hanyalah satu dari sekian banyak legiun yang ada di Sumsel, ia merupakan pensiunan TNI AD yang pernah ditugaskan di Batalyon 145 Brigif 8 Garuda Merah, Baturaja.

Di momen Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November (kemarin-Red), terbesit sebuah kesedihan yang terlihat dari raut muka sang mantan pejuang ini. Ia mengungkapkan, masih minimnya perhatian terhadap para legiun.

"Yang kami inginkan adalah kesejahteraan para legiun, gaji pensiun dan tambahan dana kehormatan yang diberikan jika ditotalkan hanya sekitar Rp 1 juta, mana cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan kondisi harga-harga yang mahal. Saya pribadi meminta pada pihak pemerintah untuk benar-benar memperhatikan kesejahteraan mantan pejuang ini, jangan hanya ingat kami saat hari pahlawan saja, kami ingin bisa hidup normal seperti dulu," ungkapnya sembari bercucuran air mata.

Amin juga mengatakan, di usianya saat ini tak hanya kesejahteraan yang minim, ia pun mulai terserang berbagai penyakit, seperti jantung dan diabetes. Amin juga mengharapkan pemerintah juga dapat mempriotaskan para legiun dalam hal pengecekan kesehatan. Baik untuk rawat jalan ataupun inap.

"Contohnya saja Saat hendak melakukan perawatan kesehatan atau rawat inap, berdasarkan ketentuan kami diberikan jaminan perawatan di kelas satu, namun faktanya untuk mendapatkan itu masih ada sejumlah kesulitan atau prosedur yang membuat kami malah kebingungan, hal ini pernah dialami langsung oleh teman saya yang juga sama-sama legiun beberapa waktu lalu. Kami ingin para legiun dapat diprioritaskan" ungkapnya.

Amin semakin tak kuasa saat menceritakan kondisi tempat tinggalnya saat ini bersama anak, cucu, dan istrinya.

"kalian bisa lihat sendiri bagaimana kondisi rumah saya, plafon dan atap sudah banyak yang rusak, kalau musim hujan bisa bocor. Beberapa waktu lalu saya dapat informasi rumah saya masuk dalam daftar bedah rumah dari salah satu perusaahan BUMN, namun hingga sekarang belum ada realisasi, baru sekadar wacana," ujarnya.

Ia pun berharap besar pada pemerintah agar benar-benar konsen untuk memberikan perhatian khususnya untuk kesejahteraan para mantan pejuang.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved