BKSDA Selidiki Pembantaian Beruang Madu di Lahat

Pelanggaran ini siapa saja berhak melaporkannya kepada pihak berwajib, demi kelestarian satwa langka yang dilindungi negara.

BKSDA Selidiki Pembantaian Beruang Madu di Lahat
SRIPOKU.COM/IGUN BAGUS
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait postingan seorang warga di Kabupaten Lahat yang memenggal beruang madu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Palembang kini tengah melakukan penyelidikan untuk mencari pembuktian.

"Beruang madu itu satwa yang dilindungi, jadi jelas yang membunuh atau memburu satwa dilindungi melanggar undang-undang," ujar Andre, Kepala BKSDA Resort Palembang, ketika dikonfirmasi Kamis (5/11/2015).

Andre mengatakan, jika ada yang memburu bahkan sampai membunuh satwa yang dilindungi tentunya diancam hukuman pidana sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.

Pelanggaran ini siapa saja berhak melaporkannya kepada pihak berwajib, demi kelestarian satwa langka yang dilindungi negara.

"Jika terbukti memang melakukan pelanggaran, maka orang itu bisa diancaman kurungan penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Saat ini kita dari BKSDA melakukan penelusuran siapa pemilik akun media sosial yang mempostingnya. Kalau memang terbukti, pastinga pihak kepolisian akan memberikan tindakan," ujar Andre.

Terkait binatang buas seperti harimau dan beruang yang akhir-akhir ini memasuki pemukiman warga, Andre mengatakan, dipastikan faktor atau penyebab utamanya akibat habitat binatang buas mulai terganggu.

Belum diketahui apa penyebab terganggunya habitat satwa. Bisa jadi akibat kebakaran hutan atau musim kemarau yang panjang dan menyebabkan kekeringan.

"Namun intinya, binatang buas tidak akan keluar habitatanya jika habitatnya terganggu. Selain karena kebakaran lahan atau kekeringan, mungkin akibat ulah manusia yang melakukan perambahan hutan dan merusak habitat satwa.

Binatang buas seperti harimau atau beruang yang berkeliaran hingga masuk ke pemukiman warga, karena satwa mau mencari makan atau minum," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved