Pemprov Sumsel Dapat Kritikan dari BPK RI

Pemerintah Provinsi Sumsel mendapatkan kritikan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumsel.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel, I Gede Kastawa 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Berdasarkan hasil pemeriksaan Triwulan III tahun 2015, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan kritikan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) perwakilan Sumsel

"Dari hasil pemeriksaan kami, Pemprov harus lebih memperhatikan beberapa bagian agar dapat menambah pendapatan," kata Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel, I gede Kastawa, Rabu (4/11/2015).

Dijelaskannya, yang harus mendapatkan perhatian diantaranya aset yang belum dipungut retribusi, sistem informasi yang dibangun oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel belum update serta beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumsel yang target laba tidak sesuai dengan semestinya.

Untuk aset yang belum ditarik retribusi, lanjut Kastawa, pihaknya meminta Pemprov untuk melakukan penarikan retribusi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku saat ini, sedangkan untuk sistem informasi, pihak BPK juga meminta agar selalu update karena keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) sudah komplek sehingga tidak memungkinkan pendataan secara manual.

Selain itu, untuk BUMD yang target labanya tidak sesuai, pihaknya meminta agar menghitung persentase bukan berdasarkan target laba yang telah ditetapkan dalam Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel.

"Saat ini kami menemukan 1 perusahaan BUMD yang menyetor labanya sesuai dengan target APBD saja, padahal seharusnya setoran tersebut berdasrakan persentase dari keuntungan yang diperoleh BUMD itu," tegasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan ini sendiri dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September.

"Kami berharap kedepan pendapatan Sumsel semakin baik lagi," ujarnya.

Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM meminta kepada Pemprov untuk segera melakukan pembahasan apa yang menjadi kekurangan sehingga menemukan solusi.

"Ini demi kebaikan Sumsel, jadi harus ditingkatkan kembali," katanya.

Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH menginstruksikan kepada setiap daerah agar rajin ke pemerintah pusat karena akan banyak mendapatkan bantuan sehingga pembangunan pun akan semakin baik dan dapat menambah pendapatan.

"Seharusnya salah satu Kota di Sumsel ini mendapatkan bantuan untuk 2 pasar tradisional namun karena tidak beres sehingga hanya 1 pasar tradisional saja yang didanai oleh pemerintah pusat. Karena itu kami berharap kedepan menuju Asian Games ini semakin baik lagi," ujarnya. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved