Anggota DPRD OKU Bentrok

Alfitri: Memalukan Anggota DPRD Baku Pukul

Seorang yang selayaknya menjadi figur wakil rakyat, malah menampilkan perilaku jalanan.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terjadinya kasus baku pukul anggota DPRD OKU di Baturaja, dinilai sangat memalukan.

Seorang yang selayaknya menjadi figur wakil rakyat, malah menampilkan perilaku jalanan.

Menurut pengamat publik dari Universitas Sriwijaya, Alfitri, peristiwa itu merupakan cerminan jika out put politik di Indonesia masih politik uang. Mereka berlomba-lomba mengembalikan modal.

Dengan rendahnya intelektualitas, moralitas serta kurangnya rasa tanggung jawab, menyebabkan wakil-wakil rakyat kini, berprilaku seakan aji mumpung.

"Mumpung saya masih anggota dewan. Apalagi, dengan makin ketatnya peraturan terhadap anggota dewan. Angota dewan ini mulai berfikir mencari jalan untuk menghasilkan uang. Sehingga, munculah transaksional, baik itu seperti transaksi pengesahan APBD seperti di Kabupaten Muba, atau seperti di OKU ini, dengan transaksi proyek," tutur Alfitri, Senin (2/11/2015) malam.

Mengapa hal tersebut masih terus terjadi, dikatakan Guru Besar FISIP Unsri ini, jika hal ini alan teris terjadi jika anggota dewan masih dijadikan mesin pencari uang partai.

Budaya setor menyetor kepada partai politik membuat anggota dewan harus mencari uang lebih banyak. Ditambah lagi, mereka juga harus cari uang untuk mengembalikan modal.

"Nah dalam kasus anggota dewan di Baturaja ini, dipicu oleh uang muka untuk proyek. Bukan rahasia umum lagi jika seorang anggota dewan beperan ganda. Ini sudah membudaya. Tapi, dikasus ini mereka sudah lepas kendali sehingga mempertontokan kepada publik betapa buruknya moral mereka," beber Alfitri.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved