Digital Avatar Buatan Indonesia Dipatenkan di 147 Negara

sebuah program bernama Digital Avatar (DAV) besutan perusahaan developer teknologi AR&Co;, sudah dipatenkan di 147 negara di dunia.

Digital Avatar Buatan Indonesia Dipatenkan di 147 Negara
Warta Kota/Agustin Setyo Wardani
Model mencoba menggunakan perangkat Digital Avatar yang dikembangkan oleh perusahaan developer teknologi asal Indonesia, AR&Co;, di pameran Indocomtech JCC Senayan. 

SRIPOKU.COM - Teknologi yang dikembangkan oleh anak muda di Indonesia ternyata tidak ketinggalan dengan milik negara lainnya.

Buktinya, sebuah program bernama Digital Avatar (DAV) besutan perusahaan developer teknologi AR&Co, sudah dipatenkan di 147 negara di dunia.

Peter Shearer, Managing Director AR & Co, mengungkapkan, teknologi DAV ini merupakan yang pertama di dunianya. Karenanya, pihaknya mematenkan DAV agar sistem ini tidak diakui oleh pengembang dari negara lain.

"Jadi teknologi ini merupakan yang pertama di dunia, saat ini penggunaannya sudah ada di 110 gerai minimarket Alfamart, Alfamidi, dan Lawson di Jakarta Barat," jelasnya.

DAV memungkinkan mereka yang membeli produk-produk tertentu di minimarket dan menghadapkan logo produk tersebut pada sebuah layar yang dilengkapi dengan camera mampu menampilkan gambar animasi augmented reality.

Krisni Lee, Director of AR&Co, menjelaskan teknologi ini sangat bermanfaat baik bagi pihak minimarket, pembeli, maupun pemilik produk.

"Bagi pengunjung minimarket, kalau sebelumnya pada iklan hanya muncul video, menggunakan DAV ini bisa mencipatakan two way interaction. Sehingga pengunjung tidak hanya menonton video tetapi juga meningkatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan produk," jelas Krisni kepada Wartakotalive.com, Sabtu (31/10).

Ia mengatakan di ketiga minimarket tersebut baru ada dua produk yang logonya bisa terbaca oleh teknologi DAV. Kedua produk tersebut adalah sebuah produk minuman isotonik Pocari Sweat dan spray tubuh, Axe.

"Kami baru melaksanakan kerjasama dengan dua produk tersebut, tetapi dalam waktu dekat akan kembali bekerja sama dengan 10 produk lainnya guna meningkatkan nilai produk tersebut," terang Krisni.

Selain itu, kata Krisni, AR&Co juga akan bekerja sama dengan pasar swalayan di Indonesia dalam mengembangkan DAV ke pasaran Indonesia.

Bahkan, di tahun depan, DAV akan mulai diimplementasikan di Jepang. "Kami terus meningkatkan DAV agar dapat digunakan manfaatnya secara lebih luas," terang Krisni. (Warta kota/ Agustin Setyo Wardani)

Dapatkan berita-berita terkini dan menarik di sripoku.com

Berikan dukungan Anda kepada Kami dengan LIKE/SUKAI Fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini

Posted by Sriwijaya Post on 17 Oktober 2015
 
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved