LAPAN Duga Benda yang Jatuh di Bengkulu Adalah Meteorit

Thomas mengungkapkan, benda yang meledak di Bengkulu kemungkinan berukuran kecil.

LAPAN Duga Benda yang Jatuh di Bengkulu Adalah Meteorit
HUFFINGTON POST
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM — Sebuah benda asing jatuh dari langit dan meledak di sekitar Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Ledakan yang terjadi pada Senin (26/10/2015) sekitar pukul 19.30 tersebut disertai kilat dan menimbulkan getaran hingga dirasakan warga sekitar.

Hingga kini, identitas benda yang meledak itu masih misterius. Namun, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin meyakini bahwa benda itu adalah meteorit.

"Ketika menerima informasi tentang benda tersebut, kami di Lapan lalu menyelidiki kemungkinan adanya sampah antariksa yang jatuh. Tetapi, ternyata tidak ada sampah antariksa yang melewati daerah itu. Jadi kami menduga benda itu adalah meteorit," kata Thomas.

Meteorit adalah batuan antariksa yang telah mencapai bumi. Meteorit bisa berasal dari batu-batu asteroid yang berserakan di antariksa.

Thomas mengungkapkan, benda yang meledak di Bengkulu kemungkinan berukuran kecil. Hal itu bisa dilihat dari ledakan dan getaran yang ditimbulkan. "Tidak sampai menimbulkan gelombang kejut seperti di Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013 lalu," ungkap Thomas.

Bongkahan batu yang mengakibatkan ledakan di Rusia diperkirakan berukuran 17 meter. Sementara benda yang meledak di Bengkulu kemungkinan hanya berukuran 1 meter.

Thomas mengungkapkan, untuk memastikan bahwa benda yang jatuh merupakan meteorit, perlu dicari bekas tumbukannya. "Ada getaran berarti benda itu menumbuk permukaan bumi. Kita bisa mencari lubang bekas tumbukannya," jelasnya, Selasa (27/10/2015).

Peristiwa ledakan dan getaran akibat benda antariksa tergolong sering. Ditaksir, total berat batuan antariksa yang masuk ke bumi setiap tahun mencapai 25.000 ton.

Di Indonesia, ledakan disertai getaran dan gelombang kejut akibat benda antariksa pernah terjadi di Bone pada tahun 2009. Kala itu, kaca jendela penduduk bisa sampai bergetar. Thomas memprediksi, ukuran batuan yang meledak di Bone waktu itu sekitar 10 meter.

Ledakan dan jatuhnya benda antariksa ke bumi kerap tidak disadari karena banyak terjadi di wilayah yang tak berpenduduk atau di tengah lautan.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved