Breaking News

Saatnya Presiden Ambil Kebijakan Demi Sepakbola Indonesia

Meski sempat euforia sepakbola ketika Piala Presiden, tapi kini semua kembali ke titik nol.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan
Super Ball/Feri Setiawan
Ilustrasi: Pemain Persib Bandung, Hariono (ketiga kanan) mendapat kartu kuning saat melawan Pusamania Borneo FC pada leg ke-2 Perempat Final Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (26/9/2015). Persib lolos ke babak semi final pada Piala Presiden usai mengalahkan Pusamania Borneo FC dengan skor 2-1. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat sepakbola Sumsel, Indrayadi, mengaku cukup miris melihat kondisi sepakbola saat ini.

Meski sempat euforia sepakbola ketika Piala Presiden, tapi kini semua kembali ke titik nol.

Karena itu, memang saat ini selayaknya pemerintah cepat mengambil kebijakan terkait sepakbola Indonesia.

Meski telah sukses menggelar Piala Presiden, bahkan menjadi trending topic utama Indonesia, Piala Presiden tidak cukup untuk menyembuhkan luka.

Telah banyak korban pemain yang terpaksa gantung sepatu karena kebijakan tersebut.

"Presidenlah yang harus bertindak. Memberikan instruksi yang jelas kepada Menpora. Karena jika terus berlarut turnamen itu hanya akan terasa sebagai tarkam dengan skala nasional," ucapnya, Rabu (21/10/2015).

Peran PSSI sebagai induk sepakbola sampai sekarang, menurut Indrayadi belum bisa dibuktikan. Baik dari pengaturan skor dan mafia sepakbola.

"Salah juga jika semua masih menjadi praduga tanpa pembuktian. Selayaknya, Pemerintah berfikir bukan karena egoisme mereka sebagai penguasa. Mereka seharusnya memikirkan nasib sepakbola Indonesia. Bagus jika PSSI di revolusi, tapi jangan sampai mengorbankan semua pihak," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved