In Love With You

Yuk, Saling Jaga Perasaan Pasangan

Keakraban mereka mungkin saja menjadi awal berpalingnya pasangan kita pada orang tersebut.

Penulis: Damayanti Pratiwi | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM -- Terkadang menyebalkan ketika melihat pasangan kita terlalu akrab dengan teman lawan jenisnya. Pasalnya, keakraban mereka mungkin saja menjadi awal berpalingnya pasangan kita pada orang tersebut. Hal ini tentunya tidak salah, karena banyak kasus perselingkuhan terjadi akibat keakraban yang terjalin antara pasangan kita dan teman lawan jenisnya itu.

Tidak hanya itu, keakraban yang terlihat sangat nyata tentu akan menyebarkan desas-desus di banyak kalangan. Erni (25) misalnya yang merasa sangat kesal karena pasangannya yang dirasa lebih memilih teman-temannya dibanding dia pada beberapa situasi.

Terlebih, pasangannya tersebut memiliki sahabat perempuan sejak SMA yang memang sangat akrab.

"Paham sih ya mereka bersahabat sejak masih sekolah, tetapi kadang kesal juga. Soalnya kok ya dia lebih peduli sama teman perempuannya itu dibanding saya yang berstatus pacarnya," ungkapnya.

Hal ini tidak hanya diungkap Erni. Fadli (23) pun menuturkan sering mendapat laporan teman-temannya jika pacarnya sering terlihat bersama laki-laki lain. Padahal, Fadli sendiri mengetahui laki-laki tersebut teman kekasihnya itu sejak masih kecil.

Namun, tak jarang keakraban tersebut menyulut pertikaian keduanya.

"Saya sering mendengar dari teman saya, kata mereka pacar saya selingkuh. Padahal itu temannya sejak kecil, saya percaya mereka hanya sebatas teman. Tapi, lama-lama gerah juga dan itu bikin kami sering bertengkar," tuturnya.

Apa yang disampaikan keduanya tidak salah. Menurut psikolog Universitas Sriwijaya (Unsri) Sri Agustini ketika menjalin hubungan dengan seseorang, akan muncul perasaan memiliki. Perasaan ini tentunya mendorong seseorang akan berusaha mempertahankan pasangannya, baik dari rayuan lawan jenisnya yang berstatus teman atau yang memang berniat merayu.

Ketika pasangan terlihat sangat akrab dengan lawan jenisnya, meskipun mereka sudah mengetahui itu hanya sahabat sejak kecil atau partner kerja, kecemburuan akan muncul. Ketakutan akan berpalingnya pasangan pasti akan muncul melihat kedekatan keduanya. Belum lagi desas-desus yang muncul, terkadang mengganggu kenyamanan.

"Tidak ada pasangan yang tidak panik ketika melihat pasangannya terlalu akrab dengan lawan jenisnya. Intinya, saling percaya saja," ujarnya.

Menurut Sri, jangan terlalu berpikir negatif dengan kedekatan pasangan dan lawan jenisnya. Apalagi, ketika kita mengenal orang tersebut sebagai teman atau partner kerja yang dapat mendukung karir pasangan kita.

Namun, mentolerir kedekatan pasangan kita bukan berarti ia dapat dengan seenaknya terlalu akrab dengan lawan jenisnya. Tentunya ada batasan kedekatan yang harus dipatuhinya sehingga hubungan cinta yang telah terjalin dengan anda tak kan tergoyahkan.

"Seharusnya, dalam menjalin hubungan keduanya harus saling menjaga perasaan. Tidak karena pasangan kita mengerti, lalu kita semena-mena berhubungan dengan lawan jenis lainnya. Etika berpasangan juga harus dipahami oleh kedua belah pihak," imbuhnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved