Piala Presiden
Tanpa Haryono, Asri Lebih Merasa Ringan
Dengan absennya Haryono, menurut Asri kekuatan tengah Persib sedikit berkurang.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Beban gelandang jangkar Sriwijaya FC (SFC) Asri Akbar sedikit ringan.
Dirinya yang dipastikan tidak akan bertarung di lini tengah dengan Haryono, gelandang jangkar Persib Bandung. Pemain itu dipastikan absen saat laga final.
Dengan absennya Haryono, menurut Asri kekuatan tengah Persib sedikit berkurang, walaupun menurut Asri semua pemain Persib sangat berbahaya dan memiliki kualitas.
"Tanpa Haryono, saya sedikit ringan. Haryono itu pemain yang bagus dia menjadi pemain kunci dalam pergerakan bola-bola tengah Persib. Haryono juga ngotot. Tapi tidak cuma Haryono, semuanya juga sangat bagus," kata Asri, Rabu (14/10/2015))
Diceritakan Asri, meski begitu ia memiliki ambisi dalam final melawan mantan klubnya tersebut.
Ia berharap dapat menuntaskan laga terakhir dan keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2015.
Asri sudah berjanji dalam hati untuk mempersembahkan trofi kepada publik Sumsel.
"Kalau kita menang, trofi akan saya persembahkan kepada masyarakat Sumsel. Karena bencana kabut asap, mereka harus diberikan kebanggaan lain. Yakni Piala Presiden dari kami tim mereka," ujarnya
Disadari Asri tim lawan Persib Bandung bukan lawan yang enteng. Terlebih lagi dukungan maksimal para suporternya terkadang turut menjadi penghalang.
"Namun, semangat kami tidak bisa di anggap enteng begitu saja. Walapun kita menjalani laga home di Solo kemarin. Para pendukung Arema Cronus juga sangat banyak. Tetapi semangat berjuang tidak bisa dikalahkan," ucapnya.
Seperti dilansir warta Kompas.com, Pemain asal Sidoarjo itu harus menerima ganjaran kartu merah saat tampil pada pertandingan semifinal kedua Piala Presiden 2015 melawan Mitra Kukar, di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (10/10/2015).
Seusai menerima kartu kuning pertama pada menit ke-72, Hariono dalam tempo delapan menit kembali diganjar kartu kuning kedua. Ia “dihadiahi” kartu kuning lantaran melakukan pelanggaran keras terhadap Carlos Raul.
Setelah pertandingan, ada anggapan bahwa Hariono bisa bermain pada babak final karena adanya pemutihan kartu. Namun, anggapan tersebut keliru.
Menurut pasal 32 ayat 7 regulasi Piala Presiden, pemutihan kartu hanya berlaku untuk kartu kuning dan untuk pertandingan final dalam pelaksanaan turnamen.
Saat dikonfirmasi mengenai regulasi ini, CEO Mahaka Sports and Entertainment, Hasani Abdul Gani, membenarkan bahwa Hariono dipastikan absen pada pertandingan nanti.
“Iyah, benar, dia tidak bisa tampil pada final,” kata Hasani kepada Kompas.com, Senin (12/10/2015).
Hasani juga menjelaskan bahwa kartu merah juga tidak bisa dibanding. Hanya kasus-kasus tertentu yang bisa dibanding, seperti kasus denda yang diterima Bonek FC.