"Kulo Niki Ayun Metu Buri" Ini Salah Satu Bahasa Asli Palembang

Persatuan Zuriat Palembang (PZP) sebagai salah satu penggagas pemersatu Zuriat Palembang menggelar deklarasi.

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Mgs H Syaiful Padli ST 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Persatuan Zuriat Palembang (PZP) sebagai salah satu penggagas pemersatu Zuriat Palembang menggelar deklarasi Persatuan Zuriat Palembang (PZP) hari ini.

Ketua Pelaksana PZP, Mgs H Syaiful Padli ST, menegaskan, deklarasi tersebut digagas untuk mengumpulkan kembali para Zuriat yang saat ini tidak terdata baik yang saat ini berada di Palembang maupun luar Palembang.

"Organisasi ini bertujuan untuk menyatukan semua Zuriat yang saat ini masih tercecer dan belum semuanya terdata. Menjaga dan melestarikan adat istiadat, budaya dan nilai kejuangan Kesultanan Palembang Darusalam," kata Syaiful Padli, Selasa (13/10/2015).

Selain itu, lanjut Syaiful, organisasi ini juga bertujuan untuk menghimpun potensi dan menggalang tokoh-tokoh Palembang agar mendukung kemajuan masyarakat Palembang dan Zuriat Palembang di segala bidang.

"Ini juga bentuk kepedulian kita sebagai warga kota," katanya.

Sementara itu, Ketua PZP Sumsel, Raden Irham Wijaya menambahkan, deklarasi ini pun sebagai momentum untuk terbentuknya dan terkumpulnya data Kesultanan Palembang Darusalam secara online, hal ini tetap terus terjaga dan berguna serta bisa bermanfaat besar.

"Salah satu tujuannya, budaya Palembang nantinya bisa masuk kedalam kurikulum tambahan siswa sekolah di Kota Palembang yang nantiya budaya dan sejarah tersebut tetap terjaga dan diketahui oleh generasi yang akan datang. Kami lagi mencari cara menyatukan dua sultan ini. Saran aku diharapkan ado seminar. Seluruh sultan di nusantara ini datang semua," katanya.

Ia berharap, pemerintah bisa mencari solusi agar kondisi ini tidak kian kritis. Salah satu opsi dengan memasukan nilai luhur budaya melalui tutur kata lewat bahasa asli Palembang.

Pendidikan ini penting bagi kelangsungan budaya. Lihat saja, banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang bahasa Palembang. Bahasa Palembang itu sebenarnya halus tidak seperti sekarang yang sudah mengalami degradasi budaya dan kosakata.

Bahasa asli Palembang urainya, adalah bahasa yang halus, perpaduan melayu dan jawa.

"Salah satunya seperti, kulo niki ayun metu buri (saya mau pulang dulu) yang sangat halus bukan seperti bahasa Palembang yang di gunakan sehari-hari sekarang, ini harus mulai ditanamkan ke generasi kita agar mereka tahu," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved