Menengok Rumah Pengasingan Bung Karno

Di rumah berukuran 162 m2 dengan bangunan 9 x 18 meter ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah

Menengok Rumah Pengasingan Bung Karno
kompas.com/Firmansyah
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu 

TAHUN baru di Kota Bengkulu memang bikin kita rindu. Ya, rindu untuk singggah sejenak di kediaman Bung Karno.

Rumah pengasingan Proklamator RI ini terletak di kawasan Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Cempaka, Kota Bengkulu.

Jika kita datang dari Bandara Fatmawati Bengkulu, maka bisa menggunakan taksi, bus atau mobil sewaan. Sedangkan bila datang dari terminal bus, dapat menggunakan bus kota (angkot) jurusan Soekaro-Hatta, turun di Anggut Atas.

Kala Sripoku.com ke sana, pengunjung memang ramai dari biasanya. Setelah membayar karcis tanda masuk yang dihitung per kepala, kita bersama rombongan pengunjung lain masuk dengan tertib.

Lalu dipersilakan mengambil gambar atau foto bersama, sebelum leluasa melihat ranjang Soekarno, kursi pengasingan (1938-1942), foto dengan Bu Inggit di Ende pada tahun 1938.

Di bagian belakang rumah ada orang yang berjualan jajanan ringan, oleh-oleh khas Bengkulu, terutama yang berkaitan dengan sosok Bung Karno. Mulai dari baju kaos hingga buku-buku yang secara khusus mengulas Presiden RI pertama itu.

Di rumah berukuran 162 m2 dengan bangunan 9 x 18 meter ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah sekaligus menemani beliau menyusun strategi perjuangan selama berada di pengasingan.

Bentuk bangunannya empat persegi panjang tidak berkaki dan berdinding polos. Halamannya luas dipenuhi aneka bunga berwarna-warni dengan atap berbentuk limas, pintu utama berdaun ganda persegi panjang dengan jendela yang juga persegi panjang kisi-kisi. Diperkirakan rumah ini dibangun pada abad ke 20 (XX).

Awalnya rumah ini milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng, yang saat itu berprofesi sebagai penyuplai sembako untuk pemerintah Hindia Belanda.

Rumah ini disewa pemerintah Hindia Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama diasingkan di Kota Bengkulu.

Halaman
12
Penulis: Aminudin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved