Piala Presiden

Laga Kandang tapi Rasa Tandang

Panpel akan mencetak tiket laga krusial yang memperebutkan satu tempat di final turnament sebanyak 22 ribu lembar.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dalam laga semifinal Sriwijaya FC (SFC) kontra Arema Cronus di Stadion Manahan Solo, panitia pelaksana pertandingan mengaku tidak akan ada pembatasan penjualan tiket bagi suporter Aremania.

Bahkan, pihak manajemen tim kebanggaan masyarakat Sumset tersebut, selaku tuan rumah laga semifinal Piala Presiden itu, tidak mengkhawatirkan jika Stadion yang berkapasistas 35.000 penonton ini kembali akan menjadi lautan biru. Artinya, laga kandang SFC akan seperti laga tandang.

Sekretaris Panpel, Faisyal Mursid mengatakan tiket untuk tribun VIP dibanderol seharga Rp 100 ribu, sedangkan di tribun VIP sayap kiri dan kanan dijual seharga Rp 75 ribu.

"Kalau timur Rp 50 ribu, dan utara-selatan kita jual seharga Rp 30 ribu," ungkapnya ketika diminta konfirmasi, Jumat (9/10/2015).

Panpel akan mencetak tiket laga krusial yang memperebutkan satu tempat di final turnament gagasan Mahaka Sport And Entertaiment sebanyak 22 ribu lembar.

"Kita rencanakan akan mencetak hanya 22 ribu, karena jumlah tersebut memang sudah menjadi ketentuan panitia sini. Serta tidak diperbolehkan cetak melebih kapasitaa stadion Manahan," ujar Faisal panggilan akrabnya.

Jika dilihat dari partai final Piala Indonesia tahun 2010 dan semifinal Inter Island Cup 2012 saat Sriwijaya FC berhadapan dengan Arema Cronus, Stadion Gelora Manahan Solo, bakal dipadati ribuan suporter Singo Edan, yakni Aremania.

Hal ini cukup beralasan, pasalnya jarak Malang ke Solo sekitar 272 km, dan hanya diperlukan waktu kurang lebih enam jam.

Manajemen SFC menurutnya tidak ada pilihan lain, menjadikan Stadion Gelora Manahan sebagai arena pertandingan yang memperebutkan satu tiket final ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved