Omsek Pedagang Akik di Muaraenim Terjun Bebas

Turunnya omset batu akik ini sudah mulai dirasakan para pedagang setelah lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah.

Omsek Pedagang Akik di Muaraenim Terjun Bebas
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Batu akik blue chalcedony yang biru (asli) dan yang ungu purple chalcedony (asli) menggunakan kerangka. Sedangkan batu akik palsu yang belum dikerangka. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Sebagian pengrajin batu akik kini lesu darah. Pasalnya semenjak semakin menurunnya daya beli masyarakat membuat omset pedagang batu akik juga turun drastis, Selasa (6/10/2015).

Menurut Iwan (45), seorang pedagang batu akik, dalam beberapa bulan terakhir ini, penjualan batu akik turun drastis. Ia memperkirakan mungkin karena faktor ekonomi yang lesu menyusul anjloknya harga karet dan sawit saat ini.

Turunnya omset batu akik ini sudah mulai dirasakan para pedagang setelah lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah.

Supaya batu akik masih dilihat masyarakat, para pedagang batu akik harus putar otak seperti menyambi jualan makanan dan minuman ringan.

"Sekarang batu akik tidak booming lagi, tetapi peminat batu akik masih ada," ujarnya.

Hal senada dikatakan oleh Putro (30). Ia mengatakan, bukan hanya batu akik yang turun, namun untuk jasa pengasahan batu akik juga lesu sejak beberapa bulan ini.

Jika sebelumnya orderan mengasah batu dalam sehari bisa puluhan sampai kewalahan, namun saat ini dapat satu orderan saja sehari belum tentu.

"Biasanya saya mendapat order asah rata-rata lima sampai sepuluh batu akik per hari. Tetapi kini hanya satu, bahkan tidak ada sama sekali," ujar Putra.

Sementara itu, Hendro (35) pecinta batu akik mengungkapkan, meski batu akik sekarang ini surut, namun kecintaan akan batu akik ini tetap tinggi.

Ia mengaku selalu rutin menggunakan batu akik setiap menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kalau saya masih hobi dengan batu akik. Koleksi masih ada, kalau ada batu akik yang cocok, saya masih suka beli. Tetapi sekarang memang trennya lagi turun," ujar Hendro.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved