'Bos IT Bilang Saya Terlihat Seperti Penari Erotis dengan Dada Besar'

Shreya Ukil (40), mengklaim kalau ia merasa tertekan karena dianggap terlibat hubungan seksual dengan Manoj Punja

'Bos IT Bilang Saya Terlihat Seperti Penari Erotis dengan Dada Besar'
Mirror
Shreya Ukil, saat berada di luar Victory House, London. 

SRIPOKU.COM, LONDON - Kepada pengadilan, seorang wanita pebisnis senior baru-baru ini mendapatkan kalimat tidak pantas yang meluncur dari mulut pimpinannya sendiri.

Ia mengatakan kalau sang pimpinan bidang IT menganggapnya terlihat seperti seorang penari erotis dari sebuah kisah mitologi India, yang memiliki tubuh layaknya wanita Rusia dan berdada besar.

Dikutip dari Mirror (6/10/2015), sang wanita, Shreya Ukil (40), mengklaim kalau ia merasa tertekan karena dianggap terlibat hubungan seksual dengan Manoj Punja, salah seorang rekan seniornya di bidang IT dan outsourcing dari perusahaan Wipro.

Tak lama, ia dipaksa keluar dan akhirnya dipecat setelah perusahaan menolak permintaan pengunduran diri yang ia ajukan.

Ukil, yang berasal dari Kensington, London, Inggris, mengatakan kalau ia merasa diremehkan, dibully, dan mendapat ancaman serta pelecehan seksual di perusahaan tersebut.

Dia mengungkapkan kalau ada sebuah ancaman dan perilaku serta sikap tak baik yang berada di dalam perusahaan tempat ia bekerja.

Menurut Ukil, Wipro, sebuah perusahaan di bidang IT, yang juga merupakan partner dari klub sepakbola Chelsea, yang juga memiliki kantor di London dan Bangalore, India itu, menerapkan sebuah aturan dimana wanita yang bekerja di dalamnya harus patuh dengan semua peraturan.

Dalam pernyataannya sebagai saksi pada persidangan di Central London Employment Tribunal, ia mengatakan kalau ia merasakan penderitaan karena ia adalah seorang wanita keturunan India.

Ia juga mengalami pelecehan dan perbuatan tidak pantas lainnya di perusahaan tersebut.

Ia merasa sangat dikucilkan hanya karena ia berani melawan tindak diskriminasi, intimidasi dan pelecehan yang ia alami.

Akibat hal ini, Ukil memutuskan untuk mengkasuskan kejadian yang ia alami selama bekerja di Wipro.

Semuanya terkait dengan kasus diskriminasi ras dan jenis kelamin, pengorbanan, pelecehan seksual, pemutusan kerja secara tidak adil dan pemutusan kerja yang salah alamat yang ia alami. (Sadam, Sumber: Mirror/Dominic Harris)

Dapatkan berita-berita terkini dan menarik di sripoku.com

Berikan dukungan Anda kepada Kami dengan LIKE/SUKAI Fanspage Facebook Sriwijaya Post dan Follow twitter @Sriwijaya Post

Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved