Tips Sehat

Buah dan Sayuran Bisa Menurunkan Berat Badan

selain nMenyehatkan, Buah dan sayuran juga baik untuk menurunkan berat badan.

Editor: Budi Darmawan
kompas.com
Buah dan sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah 

SRIPOKU - Semua orang harus mengonsumsi buah dan sayuran. Hal itu merupakan kewajiban. Namun, banyak yang tidak cukup mengonsumsinya. Padahal selain sehat, menurut penelitian terbaru, buah dan sayuran juga terbukti bisa menurunkan berat badan.

Sayuran dan buah-buah memiliki kandungan serat dan glikemik (ukuran bagaimana karbohidrat pada makanan mempengaruhi gula darah seseorang) yang berbeda-beda. Makanan yang kaya serat diketahui bisa membuat kita kenyang lebih lama. Dan makanan dengan glikemik rendah memproduksi lebih sedikit lonjakan gula darah sehingga rasa lapar tidak datang terlalu cepat. Namun, para peneliti masih belum yakin apakah buah dan sayuran yang mengandung zat tepung seperti jagung, kentang dan kacang polong akan memberikan efek yang sama.

Pada studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal PLOS Medicine, para peneliti mempelajari kebiasaan diet dan perubahan berat badat pada 133.468 pria dan wanita selama 24 tahun. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang lebih banyak makan buah dan sayuran bisa menurunkan berat badannya dalam waktu empat tahun. Artinya, mengonsumi makanan kaya serat dan rendah glikemik – seperti kubis dan brokoli – berkaitan dengan penurunan berat badan dibandingkan dengan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi dan rendah serat seperti wortel.

Para peneliti mencatat, orang-orang yang mengonsumsi sayuran yang mengandung zat tepung seperti kentang, berat badannya justru bertambah. Makan lebih banyak buah dipercaya lebih efektif menurunkan berat badan dibanding makan banyak sayuran.

Penelitian ini dianggap masih sangat terbatas karena tidak memberikan jawaban yang akurat. Pemimpin penelitian juga mengatakan bahwa populasi dalam penelitian ini tidak terlalu beragam karena kebanyakan berkulit putih dan berpendidikan. Meskipun begitu, para peneliti berpendapat bahwa studi ini bisa membantu memberikan panduan makanan khusus untuk pencegahan obesitas. (time.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved