Tolak Disebut PSK, Anggita Mengaku Sebagai Model Bookingan

"Saya begitu (menjajakan diri) kalau lagi butuh uang saja," ungkap Anggita .

Penulis: Eko Adiasaputro | Editor: Eko Adiasaputro
Ist
Anggita Sari 

SRIPOKU.COM-- Setelah bicara blak-blakan mengakui dirinya terlibat prostitusi online, model majalah dewasa Anggita Sari mengumumkan bahwa kini dirinya menggandeng Pieter Ell menjadi pengacaranya.

Anggita meminta bantuan pengacara mucikari Robbi Abbas itu, untuk menangani kasus penangkapan dirinya oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, beberapa waktu lalu.

"Gue gaet pengacara bang Pieter Ell," ungkap Anggita, Rabu (23/9/2015).

Anggita menjelaskan alasannya menggandeng Pieter.

Menurut mantan kekasih gembong narkoba terpidana mati Freddy Budiman itu, dirinya merasa banyak kejanggalan saat penangkapannya tersebut.

"Gue mau buat penelusuran soal kasus prostitusi di Surabaya yang kemungkinan besar ada kejanggalan," kata Anggita.

Model berusia 23 tahun itu mengatakan, ia merasa aneh lantaran setelah ditangkap, ia dilepas begitu saja.

Anggita merasa seperti ada rekayasa saat penangkapan itu.

"Yang gue bingung, kasus di Surabaya itu, gue dilepasin gitu aja, kayak ditelantarin. Kalau di sini kan kayak wajib lapor Senin-Kamis selama tiga minggu, lalu ada sidang. Tapi selama di Surabaya kemarin nggak ada tuh wajib lapor," paparnya.

Kabar penangkapan Anggita oleh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu memang sempat membuat heboh.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, sebelum ditangkap Anggita sudah lebih dulu melayani tiga orang pria hidung belang.

Belakangan, Anggita mengakui dirinya memang terlibat dalam prostitusi online.

Namun demikian ia menolak dirinya disebut PSK. Model majalah dewasa itu lebih suka dirinya disebut model bookingan.

“Gue bukan PSK. Ini namanya pekerjaan, dan gue dibayar. Nggak sama semuanya gue mau. Model bookingan kali ya,” paparnya.

Ketika ditanya soal tarifnya kala berprofesi sebagai model bookingan, Anggita dengan berani membocorkan kepada awak media.

“Emang 8 juta itu DP gue. (Tarifnya) 20 juta sekali main,” ungkap Anggita.

“Karena orang banyak yang nanya dan nggak percaya masa gue Rp 8 juta, dan gue udah males nutupin atau jaga image kayak model lain,” imbuh Anggita.

Anggita sendiri punya alasan menjalani pekerjaan yang disebutnya sebagai pekerjaan sampingan tersebut.

Berdasarkan pengakuannya, ia menjajakan dirinya karena himpitan ekonomi. Anggita merasa pekerjaannya sebagai model dan artis tak menjamin urusan finansialnya.

"Saya begitu (menjajakan diri) kalau lagi butuh uang saja," ungkap Anggita .

Dalam menjalankan aksi jual diri, Anggita tak melakukannya setiap hari.

Jika benar-benar membutuhkan uang, ia baru meminta bantuan muncikari yang dikenalnya untuk dicarikan pelanggan.

"Saya kalau prostitusi itu nggak asal iya aja, tapi kalau saya lagi butuh uang ya saya seperti itu (menjual diri)," ujarnya.

Anggita juga menolak dikatakan setiap hari melayani nafsu birahi pria hidung belang.

"Saya prostitusi itu hampir dibilang jarang banget," ungkap Anggita.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved