Pertama Dimudahkan Allah, Kali Kedua Tubuh Pria Ini Terlempar ke Udara
"Karena merasa mudah, beberapa hari kemudian dia kembali hendak mencium batu itu juga dengan mengawali salat dan membaca Al Fatihah."
SRIPOKU.COM --- Aneka pengalaman jamaah beribadah di Masjidil Haram yang hendak mencium batu Hajaral Aswad. Ada yang menggunakan ‘ojek’ ada pula yang mulus karena kerumunan manusia seolah tersibak membuka jalan.
“Pengalaman seorang teman ini bisa menjadi pelajaran bagi muslimin yang beribadah di Masjidil Haram,” ujar KH Taberani Basri, ulama di Banjarmasin yang juga pengurus MUI Kalsel dan LPTQ Kalsel.
Menurut pria yang sudah enam kali berhaji ini, si teman tadi sangat ingin bisa mencium batu disudut Kabah itu. Dia kemudian mengamalkan doa dan ibadah agar diberi kemudahan Allah.
Maka sebelum menuju kerumunan jutaan manusia, dia salat dua rakaat kemudian membaca Surah Al Fatihah tiga kali, kemudian melangkah ke sana.
Subhanallah, dia diberi kemudahan, kerumunan manusia seolah terbelah membentuk jalan untuk dilaluinya hingga degan mudah bisa mencium Hajaral Aswad, cukup lama sambil menangis.
Karena merasa mudah, beberapa hari kemudian dia kembali hendak mencium batu itu juga dengan mengawali salat dan membaca Al Fatihah.
Tetapi apa yang terjjadi? Sebelum dekat dengan Hajaral Aswad tubuhnya seolah ada yang menarik ke belakang hingga dia terlempar ke udara di atas kepala jamaah yang berdesak-desakan.
“Seperti pengakuan teman tadi, yang pertama dia mencium Hajaral Aswad dengan hati yang sungguh semata karena Allah, sedangkan yang kali kedua sudah ada nafsu yang menyulut sehingga terjadi peristiwa itu,” ujar H Taberani, ulama sepuh yang mantan dosen mata kuliah Agama Islam di Universitas Lambung Mangkurat.