Kemarau, Omset Penjual Tanaman Hias Turun Hingga 50 Persen
Jika biasanya sehari dagangannya bisa laku sekitar Rp 1 juta. Namun semenjak kondisi tersebut, tanaman hias miliknya terjual sekitar Rp 400-500 ribu.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Imbas kemarau panjang serta kabut asap tebal yang menerpa wilayah Sumsel sejak beberapa bulan terakhir juga dirasakan penjual tanaman hias.
Sigit, salah seorang penjual tanaman Hias di Jalan Demang Lebar Daun Palembang yang dijumpai Sripoku.com, Jumat (18/9/2015) mengungkapkan akibat kabut asap tebal tanaman yang ia jajakan pun menjadi layu dan kering.
Ia mengaku semenjak kabut asap tebal yang menerpa, omsetnya menurun drastis hingga 50 persen.
Jika biasanya sehari dagangannya bisa laku sekitar Rp 1 juta. Namun semenjak kondisi tersebut, tanaman hias miliknya terjual sekitar Rp 400-500 ribu.
Selain itu, tanaman yang dijualnya banyak mati dan kekeringan.
"Kalau omset anjlok drastis sampai 50 persen. Hal itu dikarenakan tanaman kita juga banyak yang mati karena terkena kabut asap," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sigit-seorang-penjual-tanaman-hias_20150918_111745.jpg)