Tim Mampu Tekan Hotspot, tapi Ini Dia Kendala di Lapangan

"Anggota disebar. Antara lain di Bayunglencir 1 ssy (satuan setingkat batalyon) marinir. Hari ini titik api berkurang semula 700 turun 374."

Tim Mampu Tekan Hotspot, tapi Ini Dia Kendala di Lapangan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kol Inf Tri Winarno

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Meski hambatan terbatasnya air dan lahan gambut, Komandan Satgas Siaga Darurat Bencana Asap akibat pembakaran liar, Kol Inf Tri Winarno tetap bersyukur tim berhasil menekan titik hotspot.

"Anggota disebar. Antara lain di Bayunglencir 1 ssy (satuan setingkat batalyon) marinir. Hari ini titik api berkurang semula 700 turun 374."

"Harapan kita tiap hari berkurang. Dalam waktu dekat padamkan api dengan baik," ungkap Kol Inf Tri Winarno Wadan Satgas H Yulizar Dinoto SH, Danlanud Letkol Fahlevi, Kadishut Sigit Wibowo di Kantor BPBD Sumsel, Minggu (13/9/2015).

Meski diakuinya, mengalami hambatan terbatas air dan gambut. Sehingga di lahan tersebut setelah sehari disiram, keesokan harinya muncul lagi.

"Disiram waterbombing. Mesti dipastikan diulang 2-3 kali lagi. Harapan tidak muncul lagi. Yang sulit dijangkau darat," kata Tri Winarno.

Ketika ditanya apakah sudah ada pelaku pembakar lahan diamankan, Danrem membenarkan telah mendengar dari pihak Polda.

"Laporan dari Polda ada pelaku. Lebih jelasnya di Polda. Kita TNI (membantu) pemadaman agar tidak muncul," ujarnya.

Diakuinya sebanyak 1.068 perkuatan dari pusat membantu penanganan kebakaran lahan dan hutan ini.

Menurutnya tergantung situasi bisa jadi akan mendapat tambahan bantuan.

"Tergantung situasi. Cadangan dari Kodam ada Raider, Yonkav. Ada yang sudah tersebar dan ada yang dicadangkan," ujarnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved