Selain Padamkan Titik Api, Kostrad Buru Okum Pembakar Lahan di Sumsel

Kebakaran lahan yang terjadi karena faktor kesengajaan oleh ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab,"

Selain Padamkan Titik Api, Kostrad Buru Okum Pembakar Lahan di Sumsel
Istimewa
Ilustrasi, anggota TNI berjibaku memadamkan lahan 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA --- Kabut asap akibat sejumlah kebakaran yang terjadi hampir di seluruh lahan di kawasan Sumsel memang dalam kondisi bahaya, selain meliburkan siswa sekolah, kini Sumsel khususnya di kawasan Kabupaten Ogan Ilir, kawasan yang menjadi titik api sudah kedatangan personel TNI Kostrad yang ditugaskan menjinakkan api, memadamkan titik api serta memburu pelaku pembakar lahan.

Hal ini diungkapkan langsung Kepala BPBD Ogan Ilir, Syakroni menurutnya, tiga Kecamatan itu adalah, Inderalaya Utara, Muara Kuang, dan Rantau Alai yang akan disebar 10 anggota TNI ditiap Kecamatan tersebut.

"Bantuan 30 anggota TNI ini, diterjunkan langsung dari pihak Kostrad. Tujuannya, untuk membantu memadamkan api, dan meminimalisir kebakaran lahan, " ujarnya, Jumat (10/9).

Memang dikatakan Syakroni, tiga Kecamatan tersebut adalah daerah yang sangat rawan akan kebakaran lahan.

"Ada empat hospot hingga saat ini di Ogan Ilir, dua di Kecamatan Inderalaya Utara, satu di Muara Kuang dan satu di Kecamatan Rantau Alai," ujarnya.

Danramil Ogan Ilir, Kapten Inf Widodo ditemui usai melepas anggota TNI dari Kostrad yang akan disebar ditiga Kecamatan itu mengatakan, 10 anggota yang ditempatkan di setiap kecamatan itu nantinya akan disebar.

"Pastinya disebar di daerah rawan kebakaran lahan, dengan peralatan lengkap sebagaimana mestinya anggota TNI. Kalau masalah fasilitas pemadaman tetap dari pihak terkait, " ujarnya.

Sementara itu, menanggapi dugaan adanya oknum yang sengaja membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar, menurut Kapolres OI AKBP Denny Y Putro didampingi Kasat Reskrim AKP Dhafid Shiddiq SH ketika dikonfirmasi menuturkan, saat ini sudah ada 3 laporan yang masuk kepada pihaknya.

Diantaranya, dua laporan yang masuk dari pihak perusahaan perkebunan dan satunya laporan dari warga yang bermukim di Desa Arisan Jaya Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI.

"Tentunya dari laporan yang sudah masuk itu, saat ini masih dalam penyelidikkan, sembari memeriksa lima orang saksi. Dari pemeriksaan saksi, belum mengarah ke tersangka," tutur AKP Dhafid Shiddiq SH.

Untuk barang bukti yang berhasil disita di lokasi kebakaran lahan, khususnya di perusahaan perkebunan PT Gembala yang berlokasi di Jalinsum Km 35 Indralaya-Prabumulih, dikatakan Kasat reskrim, di lokasi kebakaran lahan itu, pihaknya telah menyita beberapa barang bukti berupa obat nyamuk bakar.

"Dari barang bukti tersebut, dapat kita simpulkan. Kebakaran lahan yang terjadi karena faktor kesengajaan oleh ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Pihaknya juga mengaku cukup mengalami kesulitan dalam melakukan pengungkapan tindak pidana kebakaran lahan. "Kecuali kalau pelaku pembakaran lahan tersebut tertangkap tangan," ucapnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved