Warga Bukit Munggu Begadang Takut Api Masuk Pemukiman

Warga Bukit Munggu, Kelurahan Pasar Tanjungenim, Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, terpaksa begadang Jaga Api supaya tidak masuk pemukiman.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan dibantu Manggala Agni dan TNI mencoba memadamkan api yang membakar lahan di Desa Pulo Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (5/9/2015). Dari data BMKG Satelit Aqua/Terra Modis total titik api di Provinsi Sumatera Selatan 274 titik api. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Untuk mengantisipasi menjalarnya api ke pemukiman, warga Bukit Munggu, Kelurahan Pasar Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, terpaksa begadang, Minggu (6/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Senin (7/9/2015), kebakaran hutan yang terletak di Bukit Munggu tersebut, sudah beberapa kali terjadi, dan penyebabnya belum tahu.

Namun diduga akibat kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan sehingga ketika ada gesekan alam sedikit langsung memicu terjadinya kebakaran.

Bahkan akibat kebakaran tersebut, beberapa kebun milik warga terbakar. Dan terakhir, kebakaran sempat membuat warga di pemukiman Bukit Munggu, kaget dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Untung dalam kejadian tidak menimbulkan korban jiwa, namun beberapa tanaman milik warga habis terbakar oleh ganasnya si jago merah.

Kejadian ini telah dilaporkan warga kepada pihak-pihak terkait termasuk pihak Pemadam PT Bukit Asam dan perusahaan lain yang ada.

Namun karena lokasi kebakaran tersebut sulit dicapai sehingga mobil PBK hanya standby menjaga jika api menjalar ke arah pemukiman warga.

Menurut Juri Hartono (45) Ketua RT 04/05 Bedeng Kresek, Bukit Munggu Kelurahan Pasar Tanjungenim, kebakaran tersebut baru diketahui warga Bukit Munggu, Minggu s(6/9) sekitar pukul 16.00, di daerah arangan hutan setempat.

Api kemudian menjalar ke sejumlah kebun yang dikelola warga. Bahkan pemilik kebun bersama warga berupaya memadamkan api terutama yang mengarah ke pemukiman.

Karena api terlalu besar, warga hanya bertahan dan menunggu datangnya bantuan mobil PBK dari PTBA. Namun mobil tidak bisa masuk ke lokasi karena medannya yang sulit sehingga hanya standby saja.

"Sampai siang ini, kepulan asap dari kawasan hutan yang terbakar masih terlihat. Jaraknya sekitar 500 meter lagi. Dari sore tadi, saya bersama warga sudah dilokasi, berusaha memadamkan api supaya tidak melebar ke pemukiman. Kami tidak bisa tidur semalaman," ujar Juri.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved