Polda Sumsel Sulit Tangkap Pembakar Lahan
Satgas yang sudah diturunkan sejauh ini kesulitan melakukan operasi tangkap tangan karena sulitnya medan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kondisi cuaca yang sudah tidak sehat karena kabut asap yang menyelimuti Palembang akibat kabut asap, belum dapat ditanggulangi. Begitu pula dengan pelaku pembakaran yang sengaja melakukannya untuk membuka lahan atau lahan gambut yang terbakar hingga kini belum ada yang diamankan atau ditangkap.
Terlebih Satgas yang dibentuk Polda Sumsel untuk menangkap para pelaku pembakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap, hingga kini belum juga membuahkan hasil atau menangkap satu pun pelaku pembakaran lahan. Entah belum tertangkap tangan ketika melakukan pembakaran, atau memang sulitnya medan yang harus dijangkau aparat untuk mengamankan para pelaku pembakaran lahan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri menuturkan, Satgas yang sudah diturunkan sejauh ini kesulitan melakukan operasi tangkap tangan karena sulitnya medan. Sehingga, belum ada seorang pun yang diamankan karena membakar lahan.
"Kami baru mecari saksi-saksi untuk meminta keterangan jika di wilayah tempat mereka tinggal ada lahan yang dibakar. Karena memang, untuk operasi tangkap tangan untuk pelaku pembkaran lahan terbilang cukup sulit," kata Prof Iza Fadri saat dijumpai usai Salat Jumat di Masjid Assa-Adah Polda Sumsel lalu.
Namun, dengan melihat kondisi seperti ini, pihaknya akan tetap menginstruksikan kepada Satgas untuk terus melakukan pemantau di lapangan dan bekerjasama dengan instansi terkait dalam tindakan hukum yang dilakukan para pelaku pembakaran lahan.
Tidak hanya menurunkan Satgas, Polda Sumsel juga telah menurunkan perintah terhadap Kapolres hingga ke Kapolsek yang ada di Sumsel untuk ikut serta dalam pengawasan dan menangkap para pelaku pembakaran lahan.

Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan dibantu Manggala Agni dan TNI mencoba memadamkan api yang membakar lahan di Desa Pulo Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (5/9/2015). Dari data BMKG Satelit Aqua/Terra Modis total titik api di Provinsi Sumatera Selatan 274 titik api. (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)
"Satgas sudah jalan, Polsek-polsek juga telah kami kerahkan untuk ke lapangan. Bahkan, Polda Sumsel juga telah bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel. Ini upaya yang dilakukan, tetapi memang belum ada pel;aku yang diamankan," jelas Iza.
Mengenai para pelaku pembakaran lahan ini, Polda Sumsel akan menindak tegas para pelaku yang melakukan pembakaran hutan. Terlebih, para pelaku yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan. Tidak hanya jika dilakukan perorangan, jika ada perusahaan-perusahaan yang ikut terlibat dengan terjadinya pembakaran lahan ini akan di proses.
Sementara itu, dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten Palembang, terdapat 241 titik api yang terpantau melalui satelit Aqua Modis saat ini. Titik api tersebut terbanyak menyebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba), serta di daerah lain, seperti Ogan Ilir (OI), Banyuasin dan Muara Enim. (ard/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tni-padamkan-api-kebakaran-lahan_20150906_091451.jpg)