Warga OKU Selatan Terpaksa Beli Air Bersih
"Sejak PDAM mati, kami terpaksa beli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," kata Mala
Penulis: Setia Budi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MUARADUA - Keringnya sumur warga dan tersendatnya pasokan PDAM yang terjadi menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.
Warga terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan air bersih.
"Sejak PDAM mati, kami terpaksa beli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," kata Mala, salah seorang warga Muaradua, Jumat (4/9/2015).
Dikatakan dia, air bersih yang dia beli setiap tedmon berukuran 1000 L seharga Rp. 150 ribu."Ini kan kebutuhan pokok, walaupun harganya tinggi tetap harus dibeli," katanya.
Sementara itu, Jiran (32), salah seorang penjual air bersih, mengatakan sejak musim kemarau setiap harinya ia biasanya mampu menjual ke warga 3-4 kali dalam sehari.
"Sejak kemarau ini warga banyak yang beli air bersih mas. Sekarang sumur warga banyak kering dan PDAM tidak lagi mengalir," katanya.
Namun Jiran mengatakan, untuk beberapa hari terakhir dia mengurang penjualan. Itu dikarenakan sumur tempat pengambilan pasokan air bersih selama ini juga mulai mengering.
"Sekarang kita hanya mampu 1-2 tedmon saja air yang terkumpul untuk dijual," katanya seraya mengatakan air yang dia isi akan dijual ke kawasan perumahan guru II Muaradua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/penjual-air-jiran-32_20150904_161442.jpg)