Petani Asal Jawa Tanam Semangka Taiwan di Indralaya

Lahan yang mengering tersebut, dimanfaatkan oleh para petani untuk beralih ke cocok tanam semangka impor jenis semangka Taiwan.

Tayang:
Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Solihin, petani buah semangka di Desa Tanjung Senai Inderalaya, menunjukkan jenis bibit unggul semangka Taiwan yang siap ditanam. 

SRIPOKU.COM,  INDRALAYA -- Musim kemarau yang melanda akhir-akhir ini, membuat kawasan rawa lebak di Desa Tanjung Senai Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (28/8) menjadi kering.

Lahan yang mengering tersebut, dimanfaatkan oleh para petani untuk beralih ke cocok tanam semangka impor jenis semangka Taiwan.

Seperti yang dilakoni Solihin (26), petani buah semangka yang berasal dari Banyuwangi Pulau Jawa ini mengatakan, bibit unggul buah semangka jenis Taiwan itu, diperoleh dengan cara dipesan melalui rekannya yang ada di Provinsi Lampung Selatan.

Lanjutnya, dipilihnya bibit semangka jenis Taiwan itu lantaran, kualitas bibit yang baik ketimbang dari bibit lokal. Karena, bibit semangka yang unggul lebih kebal terhadap penyakit seperti, penyakit ulat yang menyerang tanaman buah semangka dan menyebabkan gagal panen.

Kemudian, bibit unggul, masa panennya pun, tergolong singkat yang hanya memakan waktu lebih kurang 60 hari serta bobot buah yang besar.

"Kali pertama kami mencoba untuk bercocok tanam buah semangka impor jenis bibit Taiwan di Indralaya Ogan Ilir ini. Untuk struktur tanah, lumayan bagus hanya saja terkendala air yang sulit diperoleh dampak dari musim kemarau," kata Solihin yang sebelumnya bercocok tanam buah semangka di Provinsi Lampung.

Dijelaskannya, lahan seluas 2.5 ha tersebut, digunakan dengan sistem sewa kepada pemilik lahan.

"Dalam 2.5 ha lahan itu, setidaknya tertanam sebanyak 7.500 bibit, setiap hektarenya berjumlah 3 ribu bibit yang dikerjakan oleh 4 orang. Jika panen, mampu menghasilkan lebih kurang 20 ton buah semangka," jelasnya seraya mengaku baru pertama kali membuka lahan.

"Bercocok tanam buah semangka ketika sedang musim kemarau memang cukup menjanjikan. Karena, dari masa tanam sampai ke masa panen hanya membutuhkan waktu 60 hari. Buah semangka pun, siap untuk dipetik. Jika perkilo buah semangka dihargai Rp 4000, maka, omzet yang diperoleh senilai Rp 80 juta," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved