Hanya Pakai Bra, Instruktur Kebugaran Ini Diusir dari Kafe
Tanpa memiliki pakaian ganti lain, Ward mengklaim bahwa dirinya diminta keluar dari kafe tersebut
SRIPOKU.COM, INGGRIS - Seorang instruktur kebugaran asal Inggris, harus merasakan ketidaknyamanan saat dirinya dipaksa keluar dari kafe, hanya gara-gara mengenakan celana legging dan sport bra saja.
Dikutip dari Mirror (27/8/2015), Davina Ward (35), pada mulanya tengah mengobrol di kafe tersebut bersama teman-temannya hanya dengan mengenakan legging dan sport bra.
Tanpa memiliki pakaian ganti lain, Ward mengklaim bahwa dirinya diminta keluar dari kafe tersebut, dan petugas kafe itu enggan mengganti uang dari kopi yang sudah ia beli.
Ia mengatakan: ”Aku tak pernah semarah ini dalam hidupku... Aku benar-benar emosi. Kenapa awalnya mereka mengizinkanku duduk kalau pada akhirnya membuatku malu dengan memintaku untuk keluar?”
Wanita yang tinggal di Kensington, West London, namun tengah berada di Sutton, Surrey ini, tengah mengunjungi salah seorang sahabatnya untuk belajar seni bela diri ninja. Ia mengatakan bahwa ia tak pernah sama sekali mengalami masalah dengan apa yang dikenakannya.
Setelah meninggalkan kafe tersebut, ia dan temannya memutuskan untuk mengunjungi kafe lain, dan tak akan lagi singgah di tempat tersebut.
Ia mengatakan: ”Aku sering menghabiskan waktuku dengan pakaian fitness ku, itulah caraku bekerja. Aku merasa kalau aku dan pekerjaanku tidak dihargai. Aku tak akan pernah kembali lagi ke kota itu.”
Perwakilan dari kafe tersebut sudah meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengatakan bahwa mereka tengah menyelidiki kasus ini. Pelayan yang terlibat dalam masalah ini mengatakan bahwa ia tak mengusir Ward. Ia hanya ingin Ward menutupi tubuhnya.
Meski tak ada komplain yang diberikan, beberapa pelanggan lain terlihat membahas masalah pakaian Ward saat kejadian ini berlangsung.
Petugas tersebut mengatakan: ”Sebenarnya hal itu sehat dan aman, dan sudah menjadi hal umum disini. Kami sering mendapat pelanggan yang baru selesai dari berolahraga. Dan masalahnya sebenarnya bukan branya, namun karena wanitanya.”
”Aku tak akan mengizinkan siapapun duduk tanpa mengenakan atasan.”
Kerry Parkin, kepala bagian komunikasi dari kafe tersebut, mengatakan bahwa perusahaannya tengah mengusut kasus ini, dan meminta maaf kepada Ward atas semua ketidak nyamanan yang ia alami.
Ia mengatakan: ”Kami ingin memastikan kepada para pelanggan kami bahwa toko kami adalah toko yang ramah dan hangat kepada siapapun. Kami akan memastikan lagi segala peraturan dengan semua staff kami.” (Sadam, Sumber: Mirror/Gary Carter & Siobhan McFadyen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wanita-hanya-pakai-bra-dan-sarung-tinju_20150828_144808.jpg)