Tidak Keburu Nikah Bukan Berarti tidak Jodoh
Yang dikatakan tidak jodoh itu jika sudah lama pacaran, namun akhirnya berpisah sebelum nikah
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Sejumlah pasangan yang menjalin hubungan pacaran banyak yang tidak keburu menikah setelah pacaran bertahun-tahun lamanya.
Orang terdekat mereka, entah itu teman atau orangtua, sering melontarkan bahwa keduanya mungkin saja tidak jodoh sehingga jenjang pernikahan tidak bisa dicapai.
Dikatakan salah satu psikolog di Palembang, Renny Permata Rian, pasangan yang sudah lama pacaran namun tidak keburu menikah belum bisa dikatakan mereka tidak memiliki jodoh untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Dengan catatan, hubungan pacaran masih terjalin, hanya saja jenjang pernikahannya yang belum jua keburu tercapai.
"Yang dikatakan tidak jodoh itu jika sudah lama pacaran, namun akhirnya berpisah sebelum nikah. Jika keduanya masih pacaran dalam waktu lama, tidak bisa dikatakan keduanya tidak jodoh," kata Renny, saat dihubungi melalui ponselnya Rabu (26/8/2015).
Ketimbang menyatakan keduanya jodoh atau tidak, Renny mengatakan, alangkah baiknya mencari tahu mengapa pasangan tersebut tidak bisa keburu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Menurut anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Sumsel ini, inti dari penyebab mengapa pasangan yang berpacaran dalam waktu lama belum bisa menikah adalah keduanya atau salah satu dari mereka belum siap menikah.
Persiapan menjelang menikah, boleh jadi dikarenakan aktivitas ataupun segi materi.
Dikarenakan aktivitas, Renny menelaskan, boleh jadi kedua pasangan atau salah satu di antara mereka masih ada yang fokus dalam karir atau demi jabatan dalam suatu pekerjaan.
Biasanya, ini dialami oleh perempuan yang karir atau pekerjaannya tengah bagus-bagusnya.
Ia takut, posisinya ini akan terganggu dikarenakan pernikahan yang membuat fokus pikirannya terbagi.
Ini ditambah andai nantinya perempuan tersebut hamil, yang membuat pekerjaan yang dijalani bisa saja dihentikan sementara waktu.
Jika posisinya seperti itu, masih kata Renny, si pria biasanya tidak akan memaksakan diri untuk menikahi perempuan yang ia cintai tersebut.
Ia akan menunggu hingga waktu yang tepat dimana cewek yang ia cintai sudah memiliki waktu untuk menjalani pernikahan.
Si pria juga akan berusaha memberikan pengertian kepada orangtuanya tentang keinginan si cewek menunda pernikahan karena alasan pekerjaan.
Untuk masalah materi, jelas Renny, biasanya dialami oleh si pria. Boleh jadi, ia masih dalam tahap proses mengumpulkan uang untuk biaya nikah atau biaya setelah menjalani penikahan.
Masalah ini sebenarnya bisa teratasi jika orangtua si pria bisa membantu membiayai. Namun, ada pria yang ingin mandiri sehingga memutuskan untuk membiayai pernikahan dengan uangnya sendiri.
Ia akhirnya membutuhkan waktu mengumpulkan uang sehingga waktu pernikahan akan molor.
Dibeberkan Renny, pacaran dalam waktu yang lama namun tidak kunjung menikah sebenarnya bukan faktor yang membuat pasangan itu berpisah.
Dengan catatan, baik si pria maupun wanita tetap menjaga komitmen yang sudah dibentuk dan mengacuhkan segala omongan negatif tentang mereka.
Dari orangtua juga harus bisa memberikan pengertian kepada keduanya, salah satunya adalah dengan tidak melakukan pemaksaan untuk segera menikah.
Dengan komitmen yang sudah dibentuk, Renny yakin, pria maupun wanita akan menjaga hubungan yang sudah terjalin meski keduanya disibukkan dengan aktivitas masing-masing atau menjalani hubungan jarak jauh.
Keduanya akan tetap menjalin komunikasi dan menantikan hari bahagia dimana keduanya akan memiliki ikatan resmi menjalin bahtera rumah tangga.
Persoalan ikatan, Renny mengatakan, pria dan wanita yang belum menikah bisa diikat melalui tunangan.
Proses ini membuat keduanya akan tetap menjaga komitmen pernikahan, meski masing-masingnya masih sibuk dengan kegiatan sehari-hari.
"Jangan terlau sering menanyakan kapan anaknya akan menikah. Jika si anak sudah mengenalkan calonnya ke orangtua, ini menandakan si anak sudah memiliki komitmen untuk membangun rumah tangga. Jadi, orangtua baiknya memberi dukungan dan nasehat-nasehat positif supaya anaknya tetap bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan," kata Renny.