Harga Kedelai Impor Naik, Penjualan Tempe di OKU Selatan Masih Normal
Harga kedelai berada di kisaran Rp7.300-Rp7.500 per kg dari sebelumnya di bawah Rp7.000 per kg.
Penulis: Setia Budi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MUARADUA - Naiknya harga kedelai impor beberapa hari belakangan belum mempengaruhi penjualan tempe pada sejumlah pedagang di pasar tradisional OKU Selatan.
Harga kedelai berada di kisaran Rp7.300-Rp7.500 per kg dari sebelumnya di bawah Rp7.000 per kg.
"Saat ini belum mengalami pengaruh terhadap penjualan tempe dan masih normal-normal saja. Biasanya, kalau harga kacang kedelai terus melambung pengrajin mensiasatinya dengan memperkecil ukuran dari biasanya," kata Iyem (65), salah seorang pedagang tempe di Pasar Tradisional Saka Selabung, Muaradua, Rabu (26/8/2015).
Dikatakan Iyem, memang saat ini harga kedelai mulai naik.
Bahkan di beberapa kota di wilayah Pulau Jawa telah berpengaruh terhadap pengrajin dan penjual tempe di pasaran.
"Walaupun tidak signifikan. Namun jika sampai menembus Rp8.000 per kg seperti tahun lalu, tentu akan mempengaruhi pengrajin dan pedagang kecil seperti kami-kami ini," katanya.
Saat ini tempe yang dia jual masih memiliki ukuran biasa dan harganya pun masih normal.
"Yang potongan panjang ini dijual Rp5.000 per potong. Sedangkan yang potongan pendek Rp3.000," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/salah-seorang-pedagang-tempe-iyem-65_20150826_103251.jpg)