Bocah Ini Tewas Terapung di Tempat Penampungan Air Hujan

Menurut keterangan pamannya bahwa Donatus sudah keluar dari rumahnya sejak Sabtu (22/8/2015) kemarin

Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, KEFAMENANU - Donatus Manekat (12), bocah asal Haufoo, Kelurahan Nunmafo, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas mengapung di embung (tempat penampung air hujan) Oe Ajaoana, Minggu (23/8/2015).

Kepala kepolisian Sektor Insana, Ipda Wayan Sujendra kepada Kompas.com, Minggu (23/8/2015) mengatakan, Donatus ditemukan tewas setelah sehari sebelumnya dilaporkan menghilang dari rumahnya. Jasad Donatus pertama kali ditemukan oleh Febiyana Un (12) dan Lita Manekat (16), saat keduanya hendak menimba air di embung tersebut.

“Donatus selama ini tinggal dengan pamannya, yakni Yohanes Beno (37). Menurut keterangan pamannya bahwa Donatus sudah keluar dari rumahnya sejak Sabtu (22/8/2015) kemarin, sambil membawa jeriken berukuran lima liter,” ucap Wayan.

Yohanes Beno, lanjut Wayan, kemudian berusaha mencari Donatus di sekitar kampung mereka, termasuk juga di embung itu. Namun, saat itu Donatus tidak ditemukan.

Pada Minggu pagi, sang paman kemudian mencari lagi dan menemukan jeriken milik Donatus yang mengapung di pinggir embung.

“Pamannya Donatus, pun berusaha untuk turun mencari dalam air, namun karena lumpur dalam akhirnya tidak jadi. Kemudian sekitar pukul 14 30 Wita, korban ditemukan mengapung di dalam embung oleh Febiyana Un dan Lita Manekat, saat kedua gadis itu sedang menimba air untuk kasih minum sapi,” ujar Wayan.

Kedua saksi, kemudian memberitahukan kepada Yohanes Beno. Setelah memastikan itu keponakannya, Yohanes lantas melapor ke Kepolisian Sektor Insana. Polisi yang menerima laporan, lalu turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP dan selanjutnya mengangkat jasad korban dari dalam embung.

Saat ditemukan, jasad Donatus dalam kondisi luka pada telinga kanan, luka gores pada bagian bahu, keluar busa dari hidung, serta mata kanan Donatus mengeluarkan darah.

“Jenasah Donatus kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu, untuk dilakukan visum. Polisi hingga kini belum memastikan penyebab korban meninggal. Namun, berdasarkan keterangan dari pamannya, Donatus selama ini mengidap penyakit epilepsi atau bahasa di sini sering disebut 'gila kambing',” kata Wayan.

Sumber: Kompas.com
Tags
tewas
hujan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved