Warga OKU Timur Terpaksa Dalami Sumur
Puluhan warga di Kabupaten OKU Timur yang mengalami kesulitan air baik untuk mengairi lahan sawah maupun untuk dikonsumsi.
Penulis: Evan Hendra | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Puluhan warga di Kabupaten OKU Timur yang mengalami kesulitan air baik untuk mengairi lahan sawah maupun untuk dikonsumsi terpaksa mendalami sumur.
Inistaitif menggali sumur tersebut dilakukan warga karena mereka memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga beberapa bulan yang akan datang. Sementara lokasi yang biasa mereka gunakan untuk mengambil air sudah mulai mengalami pendangkalan.
“Tidak ada pilihan lain selain menggali sumur. Untuk mengambil di Sungai Komering lokasinya terlalu jauh sekitar tiga kilometer,” ungkap Ahmad Zainuri (40) warga desa Negeriratu, Kecamatan Bunga Mayang Selasa (18/8/2015).
Menurut Zainuri, hampir sebagian besar warga yang mengalami krisis air mulai melakukan penggalian sumur baik dengan cara menggali baru maupun dengan cara mendalami sumur yang sudah ada.
Selain melakukan penggalian sumur, beberapa warga dengan tingkat ekonomi mapan melakukan penggalian sumur bor yang dinilai tidak akan kehabisan stok air meskipun musim kemarau terjadi.
“Kalau saya lebih baik mendalami yang sudah ada. Untuk membuat sumur bor membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya menggali sumur bor saat ini sekitar Rp 100 Ribu per meter. Itu belum peralatan pipa dan mesinnya. Kalau menggunakan mesin yang bagus dengan dalam sekitar 30-40 meter bisa menghabiskan dana sekitar Rp10 sampai Rp15 Jutaan bahkan lebih,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sumur_20150818_191320.jpg)