"Pejabat Negara yang Korupsi adalah Penghianat Bangsa"

Mereka (Koruptor) mencuri di rumah sendiri diantara para saudara sebangsa dan setanah air ini, mereka sangatlah terkutuk

Editor: Sudarwan
Tribun Sumsel/Yohanes Tri Nugroho
Mjaiz (95), veteran Banyuasin 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Sidang Paripurna Istimewa mendengarkan pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, Jumat (14/08/2015).

Dalam kegiatan itu dihadiri oleh hampir seluruh anggota DPRD dan para pejabat Teras di lingkungan Kabupaten Banyuasin.

Di antarannya juga terdapat sejumlah veteran Banyuasin yang juga turut mendengarkan dengan khidmat pidato pemimpin negeri yang telah genap berusia 70 tahun pada 17 Agustus 2015 mendatang.

Seorang di antaranya, Mjaiz (95) mengungkapkan pada 14 Agustus 1945 lalu teriakan “Merdeka” terus menggema di seluruh pemukiman penduduk tepat 70 tahun yang lalu.

“Meskipun belum memproklamirkan kemerdekaan namun Jepang yang saat itu berkuasa saat itu secara resmi menyerah kepada Sekutu dan perlahan telah menarik pasukannya, hingga akhirnya pada 17 Agustus 1945 Soekarno/Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Ia menyampaikan pada usia kemerdekaan ke 70 Tahun ini, dia dan para veteran lain kerap dirundung kesedihan karena banyaknya pejabat negara yang melakukan tindak pidana korupsi.

Ia menilai para pejabat negara yang terlibat korupsi tidak lain ada penghianat bangsa sendiri dan sama sekali tidak menghargai perjuangan para pejuang kemerdekaan.

“Mereka (Koruptor) mencuri di rumah sendiri diantara para saudara sebangsa dan setanah air ini, mereka sangatlah terkutuk,” tegasnya dengan suara lantang. (Tribun Sumsel/Yohanes Tri Nugroho)

Tags
koruptor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved