Harga Ayam Potong Terpengaruh Daging Sapi

Imbas dari kenaikan harga daging sapi di pasaran, ternyata ikut mempengaruhi permintaan daging ayam di sejumlah pasar di Palembang.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Imbas dari kenaikan harga daging sapi di pasaran, ternyata ikut mempengaruhi permintaan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang.

Pasalnya, dampak dari tingginya harga jual daging sapi tersebut, masyarakat mulai beralih pada daging ayam. Namun, meningkatnya pesanan daging ayam untuk keperluan hajatan dan konsumsi sehari-hari, membuat harganya pun ikut mengalami kenaikan.

"Harga daging kan masih Rp 130 ribu/kilo, sementara sebelum naik jadi Rp 40 ribu seperti sekarang, harga daging ayam beberapa pekan lalu masih berkisar Rp 38 ribu, tapi harganya masih bisa nego. Kalau sekarang harga segitu, kami penjual yah rugi dong," jelas Hairul, Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar 10 Ulu Palembang, Jumat (14/8)

Hairul juga mengatakan, akibat tingginya permintaan daging ayam dari konsumen, mengakibatkan harga jual saat ini naik.

"Stoknya sedikit, tapi yang beli banyak. Rata-rata yang borong untuk hajatan semuanya, kalau rumah makan sih sudah langganan, jadi kita sudah siapkan," tambahnya

Tidak hanya Hairul, pedagang daging ayam di Pasar Modern Plaju, Rosi juga mengatakan hal senada." kalau di Pasar Plaju, baru dua harilah naik, kemarin lusa kemarin jualnya masih Rp 35-36 ribu," kata wanita berambut panjang ini.

Rosi menambahkan, akibat naiknya harga daging ayam saat ini berimbas pada pembeli yang berkurang.

"Hari ini saya stok untuk jualan sekitar 10 kg, ini tinggal sisanya saja, mungkin sekitar 5-6 kilo lagi. Yang beli sepi mbak, pembeli yang rencananya mau beli, saat dengar harganya eh malah tak jadi, atau mereka belanjannya sedikit, paling 1/2 kg, atau beli ceker untuk dimasak pindang," ujarnya.

Sementara itu, Rohima, salah seorang pembeli di lapak milik Rosi mengatakan, semenjak harga daging ayam dan sapi naik, ia sebagai seorang ibu rumah tangga merasa semakin terbebani.

"Harga-harga serba naik seperti sekarang bikin tambah pusing, mau makan tempe terus tiap hari pasti bosan, paling kalau lagi mau masak menu ayam, belinya setengah kilo ajalah, atau beli ceker ayam untuk dibuat pindang," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved