Sembunyi Dalam Koper, Pria Asal Maroko Tewas Kehabisan Napas

Pria berusia 27 tahun itu berusaha menyeberang dari Mellila, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, ke Almeria di daratan Spanyol.

ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, RABAT — Seorang pria Maroko diduga tewas karena kehabisan udara setelah bersembunyi di dalam sebuah koper dalam usahanya menyelundup ke wilayah Spanyol.

Pria berusia 27 tahun itu berusaha menyeberang dari Mellila, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, ke Almeria di daratan Spanyol, Minggu (2/8/2015). Demikian keterangan kepolisian Spanyol.

Koper tempat pria itu bersembunyi ditaruh di dalam bagasi mobil saudara pria imigran gelap itu yang berada di atas kapal feri yang menuju ke Spanyol. Penyeberangan dari Mellila ke Almeria memakan waktu rata-rata lima jam.

Saat kapal feri tiba di pelabuhan Almeria, pria pemilik mobil kemudian memeriksa saudaranya yang meringkuk di dalam koper. Saat koper dibuka, sang imigran sudah dalam kondisi lemas dan sulit bernapas.

Kepolisian Spanyol mengatakan, tim medis yang ada di pelabuhan Almeria mencoba memberikan pertolongan, tetapi nyawa pria itu tak tertolong.

Saudara dari si imigran itu kemudian ditahan di Almeria. Sementara identitas pria yang tewas oleh media Spanyol hanya disebut dengan inisial NM, tetapi belum diperoleh konfirmasi secara resmi dari aparat keamanan Spanyol.

"Ini adalah kasus pertama imigran gelap dalam koper yang saya tangani selama lima tahun bertugas di sini," kata seorang juru bicara kepolisian di Almeria, Spanyol.

Mellila dan wilayah Spanyol lain di Afrika Utara, Ceuta, selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu titik utama penyeberangan imigran dari Afrika menuju Eropa. Namun, untuk masuk ke dalam kedua kota itu bukan perkara mudah. Tembok setinggi enam meter mengelilingi Ceuta dan Mellila yang keduanya berbatasan dengan Maroko.

Para imigran gelap, sebagian besar dari wilayah sub-Sahara Afrika, berulang kali mencoba menembus pagar kedua kota itu. Imigran lain mencoba masuk dengan bersembunyi di ruang tambahan dalam mobil atau berenang mengelilingi perbatasan.

Pada Mei lalu, Adou Ouattara, seorang bocah berusia 8 tahun dari Pantai Gading, ditemukan di dalam sebuah koper yang dibawa seorang perempuan Maroko di pos pemeriksaan perbatasan Ceuta.

Ayah bocah itu, yang tinggal di Spanyol, ditahan terkait insiden tersebut. Sementara bocah itu sudah dipertemukan kembali dengan ibunya di Ceuta pada Juni lalu.

Tags
Tewas
koper
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved