Zimbabwe 'mengejar' pemburu yang membunuh singa Cecil

Dokter gigi asal Amerika yang membunuh singa bernama Cecil harus diekstradisi ke Zimbabwe, kata Menteri Lingkungan negara itu, Oppah Muchinguri.

Editor: Budi Darmawan
Guardian
Cecil, singa Zimbabwe 

SRIPOKU.COM, ZIMBABWE - Dokter gigi asal Amerika yang membunuh singa bernama Cecil harus diekstradisi ke Zimbabwe, kata Menteri Lingkungan negara itu, Oppah Muchinguri.

Ekstradisi Walter Palmer sedang diupayakan agar ia bisa "mempertanggungjawabkan tindakannya yang melawan hukum," kata Muchinguri.

Walter Palmer asal Minnesota dipercaya membayar US$50 ribu (sekitar Rp677 juta) untuk memburu singa, yang belakangan diketahui bernama Cecil itu.

Ia menduga bahwa perburuan itu sah secara hukum, dan tak tahu bahwa Cecil adalah singa yang dilindungi.

Pada jumpa pers di ibukota Zimbabwe, Harare, Muchinguri menyebut Palmer sebagai "pemburu liar asal luar negeri".

"Ketika kami dengan susah payah melindungi kehidupan alam liar dari gang terorganisir macam ini, ada orang-orang yang berkomplot untuk mengabaikan undang-undang negara kami," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Palmer menggunakan panah dan busur yang bertentangan dengan peraturan perburuan di Zimbabwe, demikian laporan kantor berita Reuters.

Dua orang warga Zimbabwe juga dikaitkan dengan kematian Cecil.

Seorang pemburu profesional dituntut karena dianggap gagal menghentikan perburuan liar.

Sementara tuntutan untuk seorang lagi belum ditentukan oleh pihak kejaksaan.

Sumber: BBC Indonesia

Sumber: Tribunnews
Tags
pemburu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved