Kemarau, Tukang Gali Sumur Bor di Inderalaya Kebanjiran Order

Kebutuhan akan sumur tanah dan bor jadi prioritas masyarakat Inderalaya karena sebagian besar di wilayah Indralaya Utara belum ada PDAM.

Kemarau, Tukang Gali Sumur Bor di Inderalaya Kebanjiran Order
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Dua pekerja sumur bor di kawasan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, tengah melakukan pengerjaan penggalian sumur bor menggunakan peralatan mesin. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA -- Tukang gali sumur bor di Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) kebanjiran order (pesanan) belakangan ini. Hal tersebut lantaran sebagian besar sumur masyarakat kering dan perlu digali lagi.

"Berkah musim kemarau, galian sumur bor banyak diminati masyarakat," kata Munir (52) seorang tukang gali sumur bor di kawasan Inderalaya, Selasa (28/7/2015).

Ia mengatakan, dalam satu bulan terakhir dalam sehari bisa mendapatkan 5-6 pesanan.

"Sedangkan, proses pengerjaannya, hanya membutuhkan waktu dua hari pengerjaan langsung selesai dan sumur bor pun, siap digunakan," tambahnya.

Ia mengatakan, kebutuhan akan sumur tanah dan bor jadi prioritas masyarakat Inderalaya karena sebagian besar di wilayah Kecamatan Inderalaya Utara, belum ada aliran air dari PDAM.

"Untuk tarif pembuatan galian sumur yang baru mulai dari Rp 5 - 15 juta tergantung jarak dan lokasi. Semakin jauh lokasi, tarif pembuatan sumur bor pun, semakin tinggi. Misalkan, di kawasan Tanjung Raja diberlakukan tarif senilai Rp 15 Juta," katanya seraya menyebutkan harga demikian untuk kedalaman sumur bor mencapai 30 meter.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved