Cara Efektif Menghilangkan Keloid atau Jaringan Luka Parut

Lokasi keloid ini bisa dimana saja, tetapi lebih sering ditemukan di daerah dada bagian atas, bahu, leher dan area sekitar wajah.

Tayang:
Editor: Darwin Sepriansyah
ist
Keloid 

SRIPOKUI.COM- Mungkin Anda sedang bingung bagaimana cara menghilangkan keloid (jaringan luka parut) di permukaan kulit. Namun sebelum membahas lebih jauh inti dari pembahasan kali ini, alangkah baiknya Anda mengetahui dulu secara ringkas mengenai keloid.

Apa Itu Keloid ?

Secara umum, keloid adalah bekas luka yang timbul dipermukaan kulit dimana sebelumnya terdapat luka, keloid ini adalah pertumbuhan jaringan parut yang menonjol, melebar dan memanjang dengan permukaan yang licin jika disentuh oleh telapak tangan.

Secara medis, saat kulit terluka, akan terjadi proses pemulihan yang normal dalam kurun waktu tertentu, ketika reaksi penyembuhan tersebut jaringan parut (fibrosa) yang terbentuk di atas luka akan melindungi dan memperbaiki luka. Dalam beberapa kasus, jaringan fibrosa tersebut timbul menebal, menonjol, dan melebar. Inilah yang dinamakan keloid, atau lebih dikenal oleh orang awam medis sebagai bekas luka yang menebal.

Lokasi keloid ini bisa dimana saja, tetapi lebih sering ditemukan di daerah dada bagian atas, bahu, leher dan area sekitar wajah (lebih tepatnya di sekitar rahang bawah).

Penyebab Keloid

Keloid bukanlah penyakit yang berbahaya dimana butuh bantuan dokter untuk menangani atau menyembuhkan penyakit ini. Masalah yang timbul akibat keloid lebih condong kepada segi penampilan, oleh karenanya banyak orang yang mencari cara menghilangkan keloid dengan bantuan operasi.

Timbulnya bekas luka berlebih pada permukaan kulit (keloid) dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yang dapat Anda lihat dan ketahui, diantaranya adalah:

  • Jerawat pecah yang meninggalkan bekas
  • Luka bakar
  • Luka bekas cacar
  • Lubang tindikan di telinga
  • Luka akibat tergores benda tajam
  • Luka bedah (operasi)
  • Suntikan vaksinasi untuk mencegah suatu penyakit

Penyebab lain dikemukakan oleh National Center for biotechnology Information, dimana keloid lebih umum terjadi pada seseorang berusia antara 10 hingga 20 tahun. Keloid lebih cenderung dipengaruhi oleh genetik atau faktor keturunan, jadi seorang bapak atau ibu yang mempunyai keloid lebih mudah membuat anaknya mengalami hal serupa ketika luka telah sembuh.

Cara Mencegah Keloid

Agar jumlah keloid tidak menyebar ke bagian permukaan kulit lain, maka sangat disarankan bagi Anda melakukan langkah pencegahan segera. Namun bagaimana cara mencegah keloid agar tidak timbul kembali di bagian tubuh lainnya?

Hanya ada satu cara yang bisa dikatakan mudah dan bisa juga dibilang sulit, yaitu sebisa mungkin agar terhindar dari luka, termasuk prosedur operasi jika itu tidak terlalu genting situasinya, seperti operasi plastik, pemancungan hidung dan lain sebagainya.

Cara Menghilangkan Keloid

Keloid ini merupakan benjolan kulit akibat bekas luka yang tidak sembuh secara sempurna.

Umumnya tidak membahayakan akan tetapi keloid bisa menggangu kosmetik dan mengurangi percaya diri terutama jika ada di wajah.

Terkadang bisa menjadi luka kecil di sekitarnya karena keloid bisa terjadi gatal-gatal disekitarnya, kemudian sering digaruk dan menyebabkan luka kecil.

dr. Raehanul Bahraen, Alumni Fakultas Kedokteran UGM seperti dilansir konsultasisyariah.com, menyatakan keloid dihilangkan beberapa cara menurut ilmu kedokteran modern.

  1. Bedah atau laser. Lebih cepat hilang dan tidak memerlukan proses yang lama.
  2. Suntikan kortikosteroid. Yaitu dengan cara disuntik langsung di pada jaringan keloidnya. Cara ini biasanya terasa sakit ketika disuntiknya maupun sesudahnya akan tetapi bisa dikurangi dengan obat anti nyeri.
  3. Ditekan dengan silikon gel. Cara ini lebih sederhana dan lebih efektif. Jaringan keloaid ditekan dengan menggunakan silokon gel yang bentuknya lembaran bening mirip seperti salonpas. Akan tetapi mahal dan membutuhkan waktu yang agak lama (kurang lebih 3 bulan).

Beberapa sumber menyatakan keloid bisa dihilangkan dengan obat yang bahannya bisa ditemukan disekitar kita. Misalnya jus mentimun, lemon, madu, susu yogurt, teh hijau dan minyak kelapa, jahe, bawang merah/putih, yang kesemuanya dengan cara dioles ke luka. 

Untuk bahan ini sebaiknya konsultasi kepada ahlinya misalnya herbalis yang terpercaya. Disarankan hendaknya konsultasi dahulu kepada dokter ketika memutuskan terapi mana yang akan dijalani. Karena ukuran, letak dan bentuk keloid mempengaruhi jenis terapi yang akan dilakukan.

Tags
Tips
sehat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved