Mengaku CEO, Pria Pengangguran Memacari 15 Mahasiswi dan Dapat Uang

Tian Fu-sheng, sebenarnya adalah pria pengangguran dan bapak seorang remaja berusia 17 tahun.

Mengaku CEO, Pria Pengangguran Memacari 15 Mahasiswi dan Dapat Uang
SHANGHAIIST
Tian Fu-sheng (41) saat disidangkan di pengadilan Beijing, China. 

SRIPOKU.COM, BEIJING -- Seorang pria asal Hebei bernama Tian Fu-sheng (41) didakwa melakukan penipuan terhadap 15 mahasiswi.

Dengan triknya, ia memacari para mahasiswi itu dan meminta menyerahkan uang hingga ratusan ribu yuan.

Akibat ulahnya itu, Tian kini menjalani persidangan atas kasus penipuan tersebut di pengadilan China.

Tian Fu-sheng, sebenarnya adalah pria pengangguran dan bapak seorang remaja berusia 17 tahun dan tentu saja bukan profil idaman para mahasiswi.

Tapi di hadapan korbannya, ia mengaku sebagai CEO berusia 28 tahun. Ia bahkan mengaku mengantongi dua gelar dari univesitas terkenal di China.

"Dia bersikap seperti layaknya seorang kekasih yang penuh perhatian. Jika saya naik bus untuk menemuinya, dia akan bertanya saya naik bus apa, di mana saya turun dan selalu mengatakan agar saya berhati-hati," ujar seorang mahasiswi yang menjadi korban Tian.

Lewat situs perbincangan QQ, Tian berhasil mengencani 15 orang mahasiswi secara bersamaan. Beberapa dari mereka adalah mahasiswi di beberapa universitas di Beijing, Shandong dan Hebei.

Semua mahasiswi itu pernah mengunjungi rumah peternakan Tian di Beijing dan semuanya pernah berhubungan badan dengan pria pengangguran itu.

Selama empat tahun berkencan, delapan dari 15 pacar Tian meminjamkan uang dengan total sebesar 354.000 yuan atau sekitar Rp 760 juta. Salah satu dari mereka bahkan memberikan uang sebesar 200.000 yuan atau sekitar Rp 430 juta untuk Tian.

Bagaimana Tian bisa mendapatkan uang sedemikian banyak dari para mahasiswi itu? Ternyata dia beralasan membutuhkan uang untuk memulai bisnis baru atau biaya pengobatan ibunya yang sakit keras.

Ternyata uang yang diperoleh dari para mahasiswi itu digunakan Tian untuk membayar utang, makan-makan, membeli mobil hingga berjudi. Sesekali Tian mengembalikan uang para mahasiswi itu demi tetap mendapatkan kepercayaan mereka.

Sebagian besar mahasiswi ini belum pernah memiliki kekasih sehingga mereka sangat mempercayai semua hal yang dikatakannya.

"Jika saya tak meminjaminya uang, maka dia akan membuat saya merasa sebagai seorang kekasih yang jahat," ujar Ma, salah seorang korban Tian.

Tian sendiri mengatakan para mahasiswi itu memberikan uang secara "suka rela". Dia juga mengklaim para gadis itu bukanlah kekasihnya dan dia mengenal mereka lewat teman, kerabat hingga salah menelepon. (shanghaiist)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved