Tiongkok Bangun Pulau Buatan 700 Hektare di Laut China Selatan

Langkah Tiongkok yang membuat pulau buatan di wilayah yang tengah menjadi sengketa antarnegara itu telah menimbulkan ketegangan.

Tayang:
Editor: Soegeng Haryadi
REUTERS
Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015. 

SRIPOKU.COM, TIONGKOK -- Pemerintah Tiongkok mengeluarkan pernyataan bahwa negara itu akan segera menyelesaikan reklamasi pulau buatan di Laut China Selatan dan akan terus membangun pulau-pulau buatan lainnya.

Langkah Tiongkok yang membuat pulau buatan di wilayah yang tengah menjadi sengketa antarnegara itu telah menimbulkan ketegangan dari negara-negara lain yang turut mengklaimnya.

"Proyek reklamasi tanah pembangunan Tiongkok di beberapa pulau dan karang Kepulauan Nansha itu akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang," demikian menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Selasa (16/6/2015).

Tiongkok menyebut pulau tersebut menggunakan nama khasnya untuk menggantikan sebutan Spratly Islands.

Pernyataan tersebut tidak meneyebutkan tanggal penyelesaian. Tiongkok hanya memastikan pulau tersebut dibangun bagi tujuan sipil bukan militer.

Reklamasi dilakukan di atas pulau-pulau dan karang yang sebelumnya tidak berpenduduk dalam jalur pelayaran yang strategis itu.

"Upaya itu wajar dan sah. Ini tidak mempengaruhi dan tidak melawan negara manapun dan tidak mempengaruhi kebebasan berlayar negara-negara dan penerbangan di Laut China Selatan," lanjut pernyataan tersebut.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang menentang proyek pembangunan pulau seluas 700 hektare itu. Mereka menyebut sebagian dari pembangunan pulau itu tampaknya mempunyai tujuan militer, termasuk sistem radar peringatan dini, barak militer, dan landasan pacu.

Bulan lalu, Amerika Serikat juga mengatakan Tiongkok telah memasukkan kendaraan-kendaraan artileri ke pulau-pulau itu, meskipun kendaraan-kendaraan tersebut sekarang telah dipindahkan. (VOA Indonesia/KC)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved