Jelang Ramadhan

Pertamina Naikkan Stok BBM, Elpiji dan Avtur

Selaku pemasok utama kebutuhan bahan bakar kendaran serta LPG, PT Pertamina Persero sudah menyipkan antisipasi menjelang musim mudik serta hari raya

Pertamina Naikkan Stok BBM, Elpiji dan Avtur
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Selaku pemasok utama kebutuhan bahan bakar kendaran serta LPG, PT Pertamina Persero sudah menyipkan antisipasi menjelang musim mudik serta hari raya Idul Fitri tahun ini. Pertamina menyiapkan beberapa langkah utama terkait peningkatan konsumsi BBM, terutama saat dimulainya aktifitas mudik yang ramai oleh kendaraan pribadi maupun moda transportasi massal lainnya.

Ifki Sukarya, Media Manager PT Pertamina (Persero), menyatakan antisipasi penyediaan BBM di musim mudik 2015 dipastikan aman dan berjalan dengan baik, sehingga pemudik tak perlu khawatir kekurangan asupan BBM.

"Kita sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari, dan ini bukan pertama kali kita melakukan persiapan stock build up. Yang jelas ketersediaan BBM menjelang mudik dan Lebaran kita naikan, karena pasti lebih banyak penggunanya ketimbang bulan-bulan biasa," ucap Ifki di saat penarikan undian tahap pertama Pertamax & Fastron Go to Europe, Selasa (16/6).

Estimasi pemakaian BBM juga LPG selama bulan Ramadhan dan Lebaran 2015 diperkirakan akan melonjak. Premium diprediksi naik 18% dari rata-rata harian normal 76.258 kilo liter (KL) menjadi 89.817 KL.

Avtur naik 10% dari rata-rata harian 11.534 KL menjadi 12.701 KL. Sedangkan, LPG naik 4% dari rata-rata harian normal 19.793 metrik ton (MT) menjadi 20.517 MT. Sedangkan Solar justru turun menjadi 11% dari rata-rata harian normal 37.228 KL menjadi 33.250 KL.

Sedangkan untuk memastikan ketahanan stok selama periode tersebut juga sudah dipersiapkan Pertamina. Stok Premium disiapkan untuk 19 hari atau 1,44 juta KL, Solar 22 hari (1,4 juta KL), Avtur 26 hari (311.000 KL), Pertamax 26 hari (178 KL), Pertamax Plus 37 hari )11,700 KL), dan LPG 17 hari (287.000 matrik ton).

"Kalau solar memang turun sekian persen, hal itu karena mengingat banyak industri yang tutup di masa Lebaran," ucapnya. (Stanly Ravel)

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved