Breaking News:

Tips Kesehatan

Hati-hati pijat ala shiatsu

Injak punggung yang seharusnya dilakukan oleh ahlinya, menjadi bisa dilakukan oleh siapa saja. Padahal, injak punggung tidak bisa sembarangan dilakuka

SRIPOKU.COM -  Injak punggung merupakan salah satu gerakan terapi pijat Shiatsu dari Jepang. Belakangan, injak punggung menjadi hal yang biasa dilakukan sejumlah masyarakat di Indonesia untuk mengatasi pegal-pegal.

Injak punggung yang seharusnya dilakukan oleh ahlinya, menjadi bisa dilakukan oleh siapa saja. Padahal, injak punggung tidak bisa sembarangan dilakukan.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR) Arif Soemarjono mengungkapkan, asal-asalan pijat injak punggung bisa menyebabkan tulang punggung bergeser.

"Saya ada pasien selama 15 tahun diinjekin anaknya. Anaknya memiliki berat badan 50 kilogram dan bapaknya 65 kilogram. Puluhan tahun enggak masalah. Tapi tiba-tiba, suatu saat tulangnya bergeser," ujar Arif dalam diskusi, Selasa (9/6) lalu.

Menurut Arif, terapi Shiatsu menggunakan teknik, sehingga tak semua orang bisa melakukannya. Arif pun tak menyarankan dilakukan asal injak punggung jika mengalami pegal-pegal. Apalagi, meminta tolong anak kecil untuk menginjak punggung.

Lakukan saja pijat dengan tangan seperti biasa jika hanya untuk mengatasi pegal di badan. "Tapi jangan pijat tengahnya atau pas di tulang belakang. Pinggir-pinggirnya saja," ungkap ahli Rehabilitasi Muskuloskeletal dari Klinik Flex Free ini.

Namun, menurut Arif tak semua kasus bisa diatasi dengan cara dipijat atau diurut, seperti nyeri sendi, cedera, atau patah tulang. Arif mengatakan, kasus seperti itu seharusnya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui pasti bagian tubuh atau persendian yang bermasalah.

"Urut dasarnya adalah pengalaman. Diurut karena pegal-pegal boleh. Diurut menggunakan alat enggak boleh," kata Arif.

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved