Parenting

Ketika Dongeng Dikalahkan Gadget

Sudah sangat sedikit orangtua yang bersedia membacakan dongeng untuk anaknya.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.

Kegiatan membaca atau mendengarkan dongeng biasanya dilakukan oleh ibu untuk anaknya yang akan tidur di malam hari.

Namun, kebiasaan ini perlahan mulai terlupakan. Sudah sangat sedikit orangtua yang bersedia membacakan dongeng untuk anaknya.

Hal ini jelas berdampak pada keengganan sang anak untuk mendengarkan ataupun membaca dongeng. Anak lebih suka bermain games online ataupun gadget yang memang sengaja dikenalkan orangtuanya.

"Saya sih inginnya anak saya suka dongeng ya, karena itu kan dapat memperluas wawasannya. Nantinya dia juga pasti menjadi lebih pintar berbahasa, di kalangan teman-temannya juga bisa jadi yang paling bisa bercerita," ungkap Sari, ibu dari dua orang anak ini.

Anak pertamanya yang tahun ini akan masuk ke Play Group, terus diusahakannya untuk menyukai dongeng.

Meski begitu, bukan hal mudah mengarahkan sang anak yang memang sudah lebih dulu mengenal teknologi canggih ketimbang membaca dongeng.

"Makanya saya coba masukkan dia ke sekolah tahun ini, walaupun usianya baru 3,5 tahun. Bukan untuk diajari membaca, biasanya guru di sekolah sering membacakan dongeng bagi anak, sehingga saya juga optimis membuat Airin menjadi lebih suka dengan dongeng nantinya," katanya.

Tak berbeda dengan yang diungkapkan Yayuk, ibu dari tiga anak ini. Warga Sako Palembang ini mengungkapkan secara pribadi dirinya sangat ingin membacakan dongeng untuk anaknya di berbagai kesempatan, tak hanya ketika akan tidur.

Mengingat ketika kecil ia sering mendengarkan dongeng dari sang ibu. Hanya saja, kesibukannya sebagai seorang pegawai di sebuah bank di Palembang dan kelelahan yang sering menderanya ketika malam, tak jarang justru menyurutkan keinginannya tersebut.

Dua anak dan gadget

"Ketika kecil dulu bukan ketika akan tidur, tetapi ketika usai Salat Maghrib, ibu saya mendongeng untuk saya dan saudara lainnya. Sebenarnya saya sangat ingin menyampaikan cerita itu pula untuk putra-putri saya sekarang, tetapi ya kadang sudah kecapekan, membuat saya mengurungkan niat untuk membacakan mereka dongeng," ucapnya terlihat sedih.

Akhirnya, ketiga anaknya justru lebih akrab dengan smartphone yang memang diberikannya.

"Menyesal sih, ketika mereka lebih akrab dengan gadget, tidak kenal lagi dengan cerita rakyat atau dongeng," katanya. (cr4)

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
dongeng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved